Agam, LapartaNews-Menyikapi kondisi di lapangan, tahun ini Pemerintah Kabupaten Agam memutuskan tidak menggelar upacara puncak peringatan kepindahan ibu kota daerah itu dari Bukittinggi ke Lubuk Basung, yang jatuh tanggal 19 Juli mendatang.
Hal ini diputuskan dalam rapat yang digelar Pemkab Agam bersama Camat Lubuk Basung, wali nagari se-Lubuk Basung, Ketua KAN, Bamus, Forkopimda, Rabu (15/7).
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto menyebutkan, peringatan kepindahan ibu kota Agam ke Lubuk Basung setiap tahun, biasanya masyarakat Lubuk Basung menggelar syukuran, dengan cara makan bajamba di rumah dinas Bupati Agam dan upacara sebagai puncak peringatannya.
Namun untuk peringatan yang ke-27 tahun ini yang bertepatan 19 Juli 2020, berbeda dibanding tahun sebelumnya, tidak melaksanakan upacara dan syukuran. Ia minta tidak ada persepsi lain di tengah masyarakat, karena kondisinya saat ini masih pandemi Covid-19.
“Upacara tidak dilaksanakan karena kita menjalankan protokol kesehatan,” ujarya.
Peringatan ibu kota Kabupaten Agam ini, ulasnya akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan lain, seperti gotong royong membersihkan lingkungan dan pemasangan umbul- umbul baik di perkantoran, jalan maupun di rumah.
Menurut Sekda, tidak hanya peringatan HUT kepindahan Ibukota Agam, tetapi ada berbagai kegiatan terpaksa ditiadakan yang sifatnya mengundang keramaian, diantaranya peringatan Perang Kamang dan Manggopoh, serta kegiatan lainnya.
“Hal ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan lain dan tidak menggelar upacara sebagai puncak peringatannya. Semoga tahun depan bisa kita laksanakan lebih baik,” sebutnya. (AL) 

Posting Komentar