Ir H Ridho Yahya MM

Prabumulih, Laparta News - Menjadi pasangan calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada, red) belum berarti pasangan calon tersebut dikatakan sebagai pemenang. Karena, pelaksanaan pilkada harus tetap digelar untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenang.

Lawan yang dihadapi bukanlah lawan politik pada umumnya, melainkan calon tunggal ini harus berhadapan melawan kotak kosong. Untuk bisa menjadi pemenang dalam pilkada, calon tunggal harus mampu meraih jumlah suara sebanyak 50% + 1 dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

Nah, keberadaan kotak kosong ini bagi sebagian calon tunggal biasanya dianggap sebagai hal yang sepele. Khususnya bagi calon tunggal yang juga merupakan petahana. Karena mereka yakin dengan kepemimpinan sebelumnya mereka sudah mendapatkan simpatik penuh di hati masyarakatnya.

Namun tidak demikian bagi pasangan calon tunggal Ir H Ridho Yahya MM dan H Andrianysah Fikri SH. Pasangan petahana yang kembali mencalonkan diri maju sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih di pilkada 2018 nanti mempunyai strategi sendiri dalam menghadapi kotak kosong.

Ridho, yang dibincangi portal media ini mengaku, dirinya tidak mau terlena dengan apa yang telah diberikannya kepada masyarakat selama memimpin Kota Prabumulih. Meskipun telah dikenal dan mendapatkan tempat di hati masyarakatnya namun hal itu tidak lantas membuat ayah tiga anak ini jadi lupa diri.

Suami dari Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini mengaku akan terus mendekatkan diri kepada masyarakat. Bersosialisasi dengan masyarakat adalah cara jitu dirinya untuk tetap dikenal dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat di Kota Seinggok Sepemunyian ini.

Dengan gaya kepemimpinannya yang sederhana inilah, Ridho menjadikan hal tersebut sebagai modal utama untuk meraih kemenangan dalam melawan kotak kosong dan golput.

"Seperti biasa, jika ada warga yang mengundang di acara hajatan akan kita hadiri. Begitu juga dengan warga yang terkena musibah, baik itu musibah kebakaran, warga yang sakit maupun musibah kematian. Karena ini sudah menjadi kebiasaan kita dalam melayani masyarakat sejak memimpin Kota Prabumulih," ujar Ridho kepada Lapartanews.com belum lama ini.

Ridho mengaku, dirinya tidak pernah membatasi diri untuk melayani masyarakat. Bahkan, disaat sejumlah orang masih asik dibuai mimpi dalam tidurnya, Ridho sudah melayani tamu-tamunya yang ingin berurusan langsung dengannya.

"Usai sholat subuh saya sudah melayani masyarakat yang datang ke rumah dinas. Berbagai urusan dan keluhan dari masyarakat saya layani sebaik mungkin. Ada yang ingin mengurus KTP, surat pindah, pengajuan bangun rumah baru maupun bantuan peralatan usaha dan lain sebagainya. Apapun keluhan masyarakat harus kita layani. Karena kita adalah pelayan masyarakat," tuturnya.

Disinggung apakah dirinya khawatir akan munculnya relawan kotak kosong yang melakukan kampanye terselubung sebagai kampanye hitam di pilkada nanti, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Golkar ini mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena dirinya merasa yakin, bahwasanya masyarakat Prabumulih merupakan orang-orang bijak yang tidak mudah untuk dipengaruhi.

"Semuanya kita serahkan kepada masyarakat, karena masyarakatklah yang akan menentukan pilihannya untuk memilih pemimpin yang dirasa tepat. Selain iti kita juga harus memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Sosialiasi kepada masyarakat pun akan terus kita lakukan," katanya.

Disamping itu, Ridho juga merasa lebih yakin akan kembali terpilih setelah mendapatkan dukungan penuh dari seluruh partai di Kota Prabumulih. Untuk itu, ia berharap seluruh pengurus, kader maupun simpatisan dari 13 partai yang telah memberikan dukungan terhadap dirinya diminta benar-benar solid dan serius dalam mensukseskan pelaksanaan pilkada nanti.

"Sesuai dengan jargon kita "Indahnya Kebersamaan" yang membuat saya jadi lebih yakin dan percaya diri untuk kembali terpilih. Kalau kita tidak yakin untuk apa kita capek-capek maju dalam pilkada ini," tandasnya seraya menghimbau agar masyarakat tetap datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menentukan pilihannya di pilkada nanti. (LN 01)





Posting Komentar