Petugas sipir yang ditempatkan di Lapas Prabumulih melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung sebelum memasuki ruang besuk


Prabumulih, Laparta News - Sebanyak 27 tenaga sipir baru akhirnya ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Kota Prabumulih. Tenaga sipir ini merupakan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang mengikuti tes di Kementrian Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di tahun 2017.

Kalapas Klas II B Prabumulih Ronaldo De Vinci Talesa AMD IP SH mengatakan, tambahan tenaga sipir yang diterima pihaknya guna memaksimalkan kapasitas penjaga di Lapas. Mengingat jumlah petugas selama ini tidak sebanding dengan penghuni lapas yang sudah over load.

"Sebagian besar tenaga baru sipir yang kita terima adalah laki-laki sebanyak 25 orang dan dua orang perempuan. Mereka sudah satu pekan ini ditugaskan disini. Sebelumnya mereka telah menjalani masa orientasi dan dibekali kemampuan terkait pengamanan melalui keterampilan fisik," ujar Ronaldo kepada wartawan, Jumat (23/2).

Ronaldo menjelaskan, sebelumnya tenaga kerja pegawai yang ada di Lapas berjumlah 48 orang. Tentu saja jumlah tersebut tidak sebanding dengan jumlah warga binaan yang mencapai 450 orang. Dengan adanya penambahan tenaga baru sipir tersebut tentunya akan memaksimalkan tugas dalam hal pengamanan.

"Khususnya dalam hal mempertebal pengamanan. Terutama dalam hal pemeriksaan terhadap pengunjung yang akan membesuk warga binaan. Pemeriksaan lebih diperketat, selain memeriksa tubuh pengunjung yang akan masuk barang bawakan juga akan diperiksa satu persatu. Tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam lapas," bebernya.

Selain itu sambung Ronaldo, kondisi Lapas saat ini memang kelebihan kapasitas warga binaan. Sejatinya Lapas dihuni sebanyak kurang lebih 150 orang, namun pada kenyataannya penghuni lapas yang menjadi warga binaan mencapai 400 sampai 500 orang.

"Meski demikian dengan tenaga pegawai yang ada kita terus berusaha semaksimal mungkin menjalan tugas untuk menjaga para tahanan dan narapidana di Lapas ini," terangnya.

Selain mendapatkan tambahan tenaga personil, pihaknya juga telah mendapatkan bantuan tambahan senjata sebanyak 7 unit berikut amunisi dari Dirjen Pemasyarakatan.

"Senjata ini diperuntukan bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis yang digunakan untuk menunjang pengamanan saat dinas," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar