Prabumulih, Laparta News - Untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) baru, pemohon harus menjalani praktek yang menjadi salah satu syarat untuk dilalui. Seperti yang diterapkan oleh Satlantas Polres Prabumulih yang saat ini terus memperketat pengeluaran SIM bagi pemohon. Sehingga pemohon yang akan mendapatka SIM benar-benar mengerti dan paham akan tata tertib dalam berkendara di jalan raya.

Adapun ujian yang harus dilalui pemohon SIM yakni tes berendara dengan melintasi jalur berbentuk angka delapan, jalur zig-zag, arus balik arah dan lintasan tikungan tajam serta jalur tanjakan. Dengan diawasi petugas Satlantas, pemohon harus mampu melalui tes berkendara tersebut tanpa melakukan kesalahan.

"Biasanya saat melakukan tes ujian praktek ini banyak pemohon yang gagal melakukannya. Namun ujian praktek ini harus bisa dilewati sebagi salah satu syarat lulus untuk mendapatkan SIM. Ujian praktek ini dilakukan setelah pemohon dinyatakan lolos mengikiuti ujian teori," ujar Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Lantas Polres Prabumulih AKP Novrizal Dwiyanto SH beberapa waktu lalu.

Meskipun banyak diantaranya pemohon yang gagal dalam melalui tes praktek tersebut, pihaknya memberikan kemudahan bagi pemohon dengan melakukan pelatihan ujian praktek (coachiing clinic). Baik itu untuk pemohon SIM roda dua maupun roda empat.

"Coaching clinic ini adalah program yang ditujukan bagi pemohon SIM, agar pemohon dapat mengetahui materi pelatihan. Ujian praktek ini penting untuk pengendara sendiri. Karena melalui ujian ini pengendara akan mendapatkan kemampuan dalam berkendara," bebernya.

Lebih lanjut Novrizal menjelaskan, coaching clinic dilaksanakan setiap Sabtu, dimulai sejak pukul 08.00 sampai 10.00 WIB, di lapangan uji praktek Satlantas Polres Prabumulih. Para pesereta nantinya akan didampungi oleh petugas yang ahli dalam hal pengujian. Selain itu, untuk pelatihan sendiri juga telag disiapkan kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Untuk pendaftaran, para pemohon dapat datang langsung ke kantor Satlantas, dan perlu diingat oleh masyarakat jika kegiatan coaching clinic ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Nanti akan ada petugas dari kita, sehingga pemohon benar-benar bisa menjalani tes ini dengan baik dan benar. Kita harap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Sehingga tidak ada lagi istilah SIM tembak," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar