Pjs Walikota Prabumulih saat melakukan peninjuan gedung Pasar Kalangan Gunung Ibul


Prabumulih, Laparta News - Bangunan Pasar Kalangan Gunung Ibul yang berada di Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur tampak tidak terawat. Padahal bangunan pasar kalangan tersebut sengaja dibangun oleh Pemkot Prabumulih melalui program bantuan pemerintah pusat untuk menampung para pedagang. Hanya saja setelah dibangun pedagang lebih memilih berjualan di luar bangunan pasar lantaran merasa tidak leluasa berjualan di dalam gedung.

Menindaklanjuti hal itu, Pjs Walikota Prabumulih H Richard Cahyadi berencana akan merubah fungsi pasar kalangan itu menjadi pasar induk. Pasalnya, sejauh ini Kota Prabumulih belum memiliki pasar induk untuk menampung para pedagang yang selama ini berjualan di pasar pagi yang berada di Jalan Jendral Sudirman.

"Prabumulih memang sudah selayaknya memiliki pasar induk. Karena selama ini pedagang pasar pagi memanfaatkan jalan untuk berjualan. Sehingga jalanan jadi macet, bahkan pedagang sampai menggelar dagangan sampai ke bahu jalan. Untuk itu pasar kalangan ini akan kita jadikan pasar induk agar ada tempat khusus bagi pedagang," ujar Richard disela-sela kegiatannya melakukan pengecekan Pasar Kalangan Gunung Ibul, Jumat (23/2).

Keberadaan pasar induk, sambung Richard, akan memudahkan para pedagang dalam memasarkan barang dagangannya. Khususnya bagi pedagang syuran, ikan, daging dan buahan serta pedagang sembako. Yang mana nantinya pembagian tempat akan disesuaikan dengan jenis dagangan yang dijual oleh pedagang.

"Untuk lahannya saya rasa sudah cukup luas, tinggal dibangun bangunan baru untuk pasar induk disebelah bangunan pasar kalangan yang saat ini tidak ditempati oleh pedagang. Untuk bangunan pasar kalangan sendiri nantinya akan direvitalisasi kembali sesuai dengan keinginan pedagang. Karena pedagang merasa tidak leluasa berjualan dengan bangunan yang ada saat ini," bebernya.

Untuk anggarannya sendiri, sambung Richard, pihaknya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah mengajukan bantuan ke Kementrian Perdagangan. Untuk itu dirinya meminta dinas terkait bisa terus melobi pihak pusat agar bantuan tersebut bisa direalisasikan. Sehingga diharapkan pembangunan pasar induk bisa direalisasikan secepatnya.

"Kalau bisa tahun ini pembangunan sudah harus dimulai. Untuk itu pengajuan bantuan ini harus terus digiring. selain itu kelengkapan administrasi. Mulai dari kesiapan lahan, status lahan, perencanaan bangunan dan sebagainya. Sehingga diharapkan rencana pembangunan pasar induk bisa direalisasikan di tahun ini," bebernya.

Sementara itu, Junaidi SIP menambahkan, selain pasar induk juga akan dibangun pasar kalangan di wilayah Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur. Pembangunan pasar kalangan tersebut akan menggunakan dana alokasi khusus senilai kurang lebih Rp700 juta.

"Alhamdulillah sudah ada tanggapan dari pusat. Minggu ini kita diundang untuk melakukan paparan. Tinggal menunggu keputusan jumlah bantuan yang akan kita terima. Kalau untuk dananya sendiri kita ajukan senilai Rp17 Miliar," terangnya.

Disinggung terkait bangunan pasar kalangan yang tidak ditempati  pedagang, Junaidi mengaku jika bangunan pasar dibangun sesuai dengan instruksi Kementrian Perdagangan. Untuk itu pihaknya akan mengajukan izin untuk merenovasi bangunan tersebut sesuai dengan keinginan pedagang.

"Rancangannya pusat yang menentukan. Karena bangunan pasar kalangan itu juga merupakan bantuan dari pusat. Nanti akan kita rubah untuk tidak dibuat sekat atau pembatas sehingga pedagang lebih leluasa berjualan. Untuk bangunan pasar induk sendiri nantinya akan kita survei langsung sesuai keinginan pedagang. Sehingga bangunan tidak sia-sia," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar