Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Prabumulih

Prabumulih, Laparta News - Pesta demokrasi di sejumlah daerah tidak lama lagi akan berlangsung. Mulai dari pemilihan gubernur (Pilgub) hingga pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sejumlah nama yang telah ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPU mulai tebar pesona untuk menarik simpatik masyarakat, dengan harapan mampu mendulang suara terbanyak dalam pemilu serentak 2018.

Bahkan, tidak jarang di beberapa daerah kabupaten kota lainnya hanya muncul satu paslon tunggal yang maju dalam pilkada. Seperti yang terjadi di Kota Prabumulih yang hanya diikuti oleh satu paslon yakni Ir H Ridho Yahya MM berpasangan dengan H Andriansyah Fikri SH.

Tentunya, maju sebagai calon tunggal bukan berarti akan memuluskan langkah bagi pasangan petahana ini untuk memenangkan pilkada. Sebab, petahana harus berhadapan dengan kotak kosong.

Selain itu, pasangan ini juga harus mampu membendung pengaruh kotak kosong yang sewaktu-waktu bisa membuat simpatik masyarakat dan pendukungnya beralih. Bahkan, belakangan ini tantangan lainnya juga harus dihadapi dengan kemunculan Aliansi Masyarakat Kotak Kosong.

Tentunya hal ini harus disikapi secara matang oleh paslon tunggal. Sebab, munculnya aliansi ini dikhawatirkan akan mempengaruhi elektabilitas paslon Ridho-Fikri melalui manuver sosialisasi dan deklarasi yang diakukan aliansi ini kepada masyarakat.

Polemik ini ternyata menjadi sorotan tersendiri bagi Sufyan Ats Aswari. Pemuda yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Kota Prabumulih ini mengaku, jika kemuculan aliansi masyarakat kotak kosong dalam pilkada kali ini merupakan kebebasan dalam berdemokrasi. Tentunya kehadiran aliansi ini akan memberikan warna tersendiri dalam pilkada Kota Prabumulih.

"Hanya saja, sebagai masyarakat yang cerdas kita harus mampu menelaah tujuan dan maksud dibentuknya aliansi ini. Jangan sampai kehadiran aliansi ini ditunggangi oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan pribadi maupun kelompok yang akan menciderai pesta demokrasi di Prabumulih," ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini elektabilitas paslon Ridho-Fikri memang belum tergoyahkan. Hanya saja pasangan ini jangan sampai terlena dan harus waspada.

"Perlu strategi jitu dalam memantapkan hati masyarakat, khususnya bagi pemilih untuk tidak terpancing dengan kehadiran aliansi kotak kosong. Sosialisasi harus selalu digencarkan kepada masyarakat untuk tetap hadir ke TPS dalam menyalurkan hak suaranya," bebernya.

Karena menurutnya, sosialisasi ini sangat perlu dilakukan untuk menepis anggapan masyarakat jika pasangan tunggal sudah pasti akan menang melawan kotak kosong. Padahal, untuk bisa memenangkan pilkada, paslon tunggal harus mampu meraih 50 persen plus 1 jumlah suara sah.

"Jangan sampai rendahnya antusias pemilih untuk datang ke TPS akan mempengaruhi perolehan suara paslon tunggal," katanya.

Dikatakanya, 95 % masyarakat Prabumulih termasuk kategori pemilih yang cerdas, dalam menentukan siapa yang pantas menjadi pemimpin selama lima tahun kedepan. Persentase tabung kosong yang dimaksud sangatlah kecil, hal itu merupakan prediksi dari pandangan umum saja.

"Hampir seluruh masyarakat lintas usia sudah melek politik, baik para pemilih pemula maupun yg sudah berpengalaman. Mereka bisa menilai mana yang sudah teruji maupun yang masih abu-abu. Sosok kepemimpinan Ridho Yahya sudah tersiar dimana-mana dan di semua kalangan masyarakat. Sangat sulit untuk menyaingi ketokohanya dan mengalahkan pasangan Ridho - Fikri, apalagi yang muncul sebagai pesaing hanyalah tabung kosong," imbuhnya.

Selain itu, sambung Fyan, di era kepemimpinan Ridho-Fikri pembangunan Kota Prabumulih memang menunjukkan grafik yang meningkat dan cukup signifikan. Melalui program pro kerakyatannya,  sosok Ridho-Fikri sudah melekat di hati masyarakat.

"Memang tak bisa terbantahkan bahwa dukungan masyarakat yang tulus sepenuhnya menjadi kunci penentu kemenangan paslon Ridho - Fikri. Berkaca dari kepemimpinan sebelumya pembangunan Infrastruktur di era Ridho - Fikri memang terbilang sangat pesat di banding kabupaten kota tetangga. Bahkan sebagai calon yang pernah memimpin kota kebanggan ini, Ridho-Fikri juga memprioritaskan pembangunan mental spiritual warga," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar