Pjs Walikota Prabumulih H Richard Cahyadi AP MSi saat diwawancarai awak media


Prabumulih, Laparta News - Sejauh ini Pemerintah Kota Prabumulih masih kekurangan jumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, hingga saat ini belum ada upaya perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk menanggulangi kekurangan pegawai di lingkungan Pemkot Prabumulih.

Nah, angin segar dihembuskan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Prabumulih H Richard Cahyadi AP MSi yang segere mewacanakan penerimaan CPNS. Hal itu dilakukan lantaran selama ini banyak tugas yang seharusnya dilakoni pegawai ASN namun dibantu dikerjakan oleh tenaga Pekerja Harian Lepas (PHL) dan honorer.

Richard mengatakan, kekurangan jumlah pegawai ASN tentunya akan berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah. Meskipun Pemkot Prabumulih telah melibatkan ribuan PHL dan honorer namun hal tersebut dinilai masih belum maksimal. Mengingat batasan fungsi dan pokok kerja antara ASN dengan PHL maupun honorer jauh berbeda.

"Inilah yang harus kita carikan solusinya. Jangan sampai jumlah tenaga honorer dan PHL lebih banyak daripada pegawai ASN," ujar Richard kepada wartawan usai membuka kegiatan bimbingan teknis sistem informasi manajemen pengendalian pembangunan (SiMPP), pada Selasa (6/03) di aula Rumah Makan Kampoeng Cemara.

Lebih lanjut Richard menuturkan, sejauh ini dirinya telah mengkaji lebih jauh terkait alasan belum dilakukannya perekrutan CPNS oleh Pemkot Prabumulih. Padahal, menurutnya sejumlah daerah kabupaten kota di Provinsi Sumsel sudah ada yang menerima perekrutan CPNS.

"Masalahnya apa saya juga kurang tahu. Kenapa Prabumulih belum melakukan perekrutan CPNS, ada apa ini. Padahal Pemkot Prabumulih terbilang masih kekurangan jumlah tenaga ASN," tanya heran.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kesbangpol Provinsi Sumsel ini menuturkan, sejauh ini dirinya telah mendapatkan sinyal dari pihak Kementrian PAN-RB untuk segera mengajukan rencana tersebut. Hanya saja pihaknya masih perlu mengumpulkan data terkait jumlah serta formasi yang akan diisi dalam penerimaan CPNS tersebut.

"Saya sudah gali informasinya. Katanya sudah pernah mengajukan namun belum ada tanggapan. Bagaimana pengajuan kita mau ditanggapi kalau pengajuannya tidak pernah dipantau. Hendaknya OPD terkait harus pantau terus bagaimana perkembangannya. Jika perlu digiring dan didesak agar bisa diproses dan terlaksana," terangnya.

Terkait usulan itu, Richard menjelaskan kedepan pihaknya akan mengusulkan sekitar 500 orang lebih kuota penerimaan CPNS untuk tahun 2019 namun pemkot Prabumulih akan mengupayakan agar penerimaan dilakukan pada tahun ini.

"Saya akan minta arsip pengajuannya yang disampaikan pada 2016. Apalagi tingkat pengangguran di Prabumulih cukup tinggi, nomor dua di Sumsel. Sehingga melalui penerimaan ini diharapkan bisa mengurangi jumlah angka pengangguran," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar