Sejumlah remaja yang kedapatan tengah mengkonsumsi komik dan lem aibon saat diberikan pengarahan oleh anggota Timsus Tantura


Prabumulih, Laparta News - Kenalakan remaja masih menjadi persoalan yang pelik dan ini merupakan tugas semua pihak untuk meminimalisir. Namun, mengurangi kenakalan remaja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi dengan kemajuan zaman yang pesat di era seperti ini. Kenakalan remaja justru semakin aneh-aneh saja.

Seperti yang belakangan ini tengah marak terjadi di Kota Prabumulih. Disaat petugas kepolisian tengah gencar-gencarnya memberantas narkoba dan minuman keras (miras, red), justru sejumlah kalangan remaja mempunyai cara lain untuk bisa mabuk. Yakni dengan mengkonsumsi obat batuk cair merk "komix" dengan dosis tinggi.

Tentu saja cara mabuk murahan yang dilakukan oleh sejumlah kalangan remaja di Prabumulih ini sangat membahayakan kesehatan. Pasalnya, selain dikonsumsi secara berlebihan, obat batuk cair tersebut juga dioplos dengan minuman energi seperti "panther" bahkan miras seperti arak dan ciu.

Tak hanya mengkonsumsi obat batuk cair, tradisi menghisap lem aibon juga menjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan para remaja. Bahkan tidak jarang selain remaja kebiasaan menghisap lem ini juga banyak dilakukan oleh anak-anak dibawah umur.

Hal ini terungkap saat Anggota Timsus Tantura Bhayangkara Patroll, melakukan razia rutin di sejumlah wilayah di Kota Prabumulih pada Sabtu (29/04). Patroli yang dipimpin langsung oleh Kasat Sahabara AKP Toni Arman SH, melalui Katimsus Tantura Bhayangkara II Ipda Sardinata ini menyisir sejumlah tempat tongkrongan para remaja yang disinyalir sering dijadikan sebagai lokasi untuk mabuk-mabukan.

Tepatnya di Jalan A Roni, Kelurahan Pasar 1 dan di simpang 4 SMP Muhammadiyah. Di lokasi tersebut petugas mendapati sejumlah remaja yang notabene adalah pelajar ini tengah mengkonsumsi komix yang dioplos dengan miras. Bahkan beberapa diantaranya juga kedapatan menghisap lem aibon.

"Di lokasi itu kita menemukan banyak sekali bungkusan obat batuk komix yang baru saja dikonsumsi. Mereka mengoplos obat batuk ini dengan minuman energi. Bahkan beberapa diantaranya juga kedapatan tengah menghisap lem aibon," ujar Sardinata.

Sardinata menjelaskan, mabuk murahan yang biasa dilakukan para remaja ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Lantaran dikonsumsi secara berlebihan bahkan dioplos dengan minuman lain untuk mendapatkan sensasi mabuk yang berbeda.

"Tidak hanya bahaya pada kesehatan, mabuk-mabukan juga merupakan salah satu penyeban utama seseorang melakukan tindak kejahatan. Sangat kita sayangkan jika para remaja ini salah dalam pergaulannya. Untuk itu giat patroli ini rutin kita lakukan guna menciptakan kemanan dan ketertiban masyarakat," terangnya.

Masih kata Sardinata, yang menjadi kendala dalam memerangi miras oplosan komix ini adalah belum adanya aturan yang melarang meminum komix secara berlebihan atau mencampur dengan minuman bersoda. Sehingga upaya untuk menindak tegas remaja yang mabuk karena minum Komix tidak dapat dilakukan secara maksimal.

”Kami hanya bisa melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan pembinaan ke sekolah-sekolah. Pembinaan dan sosialisasi dilakukan sejak dini kepada para remaja agar terhindar dari kenakalan dan tidak keblablasan,” tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar