Camat Matur didampingi Wali Nagari Lawang saat menerima kunjungan tim Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar


Agam, Laparta News - Berbagai prestasi telah diraih oleh Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Setelah sebelumnya meraih juara dua lomba Homestay tingkat Nasional pada 2017 lalu, kali ini desa yang dikenal sebagai penghasil tebu ini terpilih sebagai perwakilan lomba desa wisata mewakili Kabupaten Agam.

Camat Matur, Tommy TRD saat dikonfirmasi mengatakan, terpilihnya Nagari Lawang sebagai perwakilan dalam lomba desa wisata oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat tidak lain karena daerah tersebut memiliki ragam potensi wisata. Bahkan, keindahan dan kekayaan wisata yang dimiliki Nagari Lawang juga telah dikenal banyak wisatawan, baik lokal, domestik maupun mancanegara.

"Salah satu keindahan alam yang dimiliki Nagari Lawang adalah Puncak Lawang dan Lawang Park. Bahkan Puncak Lawang sudah tersohor dengan lokasi spot Paralayang nomor 2 terbaik di dunia setelah Selandia Baru. Kita sangat bangga karena Nagari Lawang bisa mewakili Kabupaten Agam dalam mengikuti kegiatan lomba Desa Wisata," ujarnya kepada Laparta News, Minggu (15/04).

Lebih lanjut Tommy menuturkan, dipilihnya Nagari Lawang dalam mengikuti lomba tersebut diharapkan bisa menjadi motivasi bagi masyarakat sebagai langkah pembinaan sadar wisata bagi pengelola desa wisata dan masyarakat desa wisata.

"Karena banyak desa di Kabupaten Agam yang juga memiliki potensi wisata. Untuk itu kita harus memanfaatkan momen ini dalam meningkatkan potensi wisata yang ada di Nagari Lawang agar lebih dikenal banyak orang," jelasnya.

Untuk itu, dalam menyambut penilaian desa wisata pihaknya bersama dengan unsur Pemerintah Nagari Lawang telah melakukan berbagai persiapan. Seperti mengajukan permohonan SK Desa Wisata dan menonjolkan berbagai potensi wisata alam yang dimiliki Nagari Lawang.

"Banyak potensi wisata yang dimiliki oleh Nagari Lawang. Seperti objek wisata alam Puncak Lawang, Lawang Park, Homestay, Kampung Inggris, kilangan tebu tradisional. Selain itu kita juga memiliki Kelompok Sadar Wisata Lawang Madani, bahkan kita juga tonjolkan seni, adat dan budaya serta pesantren Al-hafis Ibnu Hajar sebagai lokasi wisata religi," bebernya.

Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh masyarakat Nagari Lawang, Abdul Rahman Datuak Rajo Lelo yang begitu mengapresiasi dipilihnya Nagari Lawang sebagai perwakilan lomba Desa Wisata tingkat Provinsi Sumbar. Menurutnya, Nagari Lawang sudah layak dijadikan sebagai Desa Wisata. Hanya saja, sejauh ini Nagari Lawang belum terdaftar sebagai Desa Wisata.

"Kalau dikenal sebagai desa yang memiliki kekayaan alam wisata memang sudah lama. Namun kita perlu pengakuan dari pemerintah melalui penerbitan SK Desa Wisata. Untuk itu melalui kegiatan lomba ini kita berharap Nagari Lawang tidak hanya diakui sebagai Desa Wisata oleh masyarakat saja namun juga diakui oleh pemerintah," tegasnya.

Pria yang juga merupakan anggota Tim Pelaksana Inovasi Desa ini menuturkan, dengan adanya peranan dari pemerintah dalam meningkatkan potensi wisata Nagari Lawang tentunya akan memberikan dampak positif bagi Nagari Lawang. Khususnya dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

"Tentunya masyarakat akan lebih terpacu untuk menelurkan inovasi-inovasi baru dalam memanfaatkan momen ini. Khususnya bagi pengelola wisata. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung maka akan semakin besar pendapatan masyarakat," tandasnya seraya berharap Nagari Lawang bisa lolos sebagai juara hingga tingkat Nasional. (LN 01)

Posting Komentar