Iskandar SE, Direktur PDAM Tirta Prabujaya Kota Prabumulih
Prabumulih, Laparta News - Pelayanan PDAM Tirta Prabujaya Kota Prabumulih belakangan ini menjadi sorotan publik. Pasalnya sudah beberapa hari ini pelanggan PDAM mengeluh lantaran aliran air mati. Padahal di musim kemarau ini masyarakat sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan pokok.

Seperti yang dirasakan oleh Risman (45) warga Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur. Ia mengaku air PDAM sejak tiga hari tidak mengalir. Akibatnya ia pun merasa kesulitan untuk memperoleh air bersih.

"Sudah lebih tiga hari air tidak hidup. Sedangkan air sumur juga sudah mukai kering karena kemarau. Kami harus meminta air kepada suadara yang tinggal lumayan jauh dari sini. Terkadang kami terpaksa harus membeli air untuk mandi dan mencuci," ujarnya saat dibincangi wartawan.

Ia juga sedikit menceritakan keluhannya selama menjadi konsumen PDAM Tirta Prabujaya. Pasalnya, air yang hidupnya tak tentu ini durasinya juga hanya sebentar. Dengan demikian pelanggan ini pun harus mengatur waktu untuk menampung air.

"Bagaimana pelanggan akan memenuhi kewajibannya untuk tepat waktu membayar kalau pelayanannya saja seperti ini. Sementara kita pelanggan dituntut untuk tidak menunggak dalam membayar tagihannya. Memang dari dulu pelayanan PDAM belum ada perubahan," keluhnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Iskandar Zulkarnain SE, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan jika terjadi kerusakan terhadap jaringan pipa induk transmisi air bersih yang berada di wilayah Kelurahan Sungai Medang. Rusaknya jairngan pipa tersebut terjadi lantaran padamnya aliran listrik. Sehingga saat pompa air beroperasi tekanan air dari hulu tidak stabil dan menyebabkan pipa menjadi pecah.

"Saat ini sudah dilakukan perbaikan. Sebagian air juga sudah mulai lancar. Kalaupun ada pelanggan yang airnya belum mengalir mungkin karena dipengaruhi jarak," ungkap Iskandar.

Disinggung terkait banyaknya keluhan pelanggan yang tidak puas dengan pelayanan PDAM, Iskandar mengaku jika hal tersebut disebabkan oleh pelanggan itu sendiri. Salah satunya yakni banyaknya pelanggan PDAM yang menunggak dan telat dalam melakukan pembayaran tagihan.

"Kalau air mati sebentar saja kita pasti dikomplain masyarakat. Sementara pelanggan sendiri tidak tertib dalam hal pembayaran tagihan. Dengan terpaksa kita harus mencabut meteran pelanggan yang menunggak. Ini konsekuensinya, apalagi di saat kemarau ini pelanggan sangat membutuhkan air. Kalau meteran sudah dicabut mau apa lagi," katanya.

Untuk jumkah daftat pelanggan PDAM sendiri saat ini sudah mencapai 10844 pelanggan. Dari jumlah ini, sebanyak 1156 pelanggan sudah diputus oleh PDAM.

"Dari 2017 sampai 2018 ini saja sudah 280 pelanggan yang kita putus. Karena menunggak pembayaran, sudah kita beri peringatan namun tidak diindahkan. Kalau mau pasang baru pelanggan tersebut harus lunasi dulu tunggakan yang lama," tegasnya.

Masih kata Iskandar, jumlah tunggakan pelanggan di PDAM hingga saat ini sudah mencapai Rp4 miliar. Jika tunggakan tersebut terus bertambah tentunya akan membuat PDAM merugi.

"Sedangkan kita butuh biaya operasional. Kebutuhan kantor dan gaji petugas. Darimana kita harus menutupinya kalau kita merugi terus-menerus," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar

  1. When I originally commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox now whenever a comment is added I receive four emails sticking with the same comment. Possibly there is any way you can get rid of me from that service? Thanks! Water Meter Amico

    BalasHapus