Pimpinan BPJS Cabang Kota Prabumulih, Yunita Ibnu saat tatap muka dengn sejumlah awak media


Prabumulih, Laparta News - Memberikan pelayanan prima merupakan tanggungjawab penuh yang harus dilakukan oleh pihak rumah sakit kepada pasiennya. Terlebih lagi bagi rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam melayani peserta BPJS.

Hanya saja, persoalan utama yang saat ini kerap terjadi adalah tidak sebandingnya jumlah pasien peserta BPJS dengan ketersediaan rumah sakit yang ada di suatu daerah. Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap pelayanan yang diterima oleh pasien BPJS.

Seperti halnya di Kota Prabumulih. Saat ini jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) yang terdaftar di BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih sudah mencapai kurang lebih 138 ribu jiwa atau sekitar 66 persen dari jumlah penduduk Kota Prabumulih sebanyak 280 ribu jiwa. Tentunya jumlah ini harus dibarengi dengan ketersediaan fasilitas pelayanan yang memadai. Agar dalam hal pelayanan terhadap pasien JKN KIS atau peserta BPJS bisa berjalan maksimal.

Pimpinan BPJS Cabang Kota Prabumulih, Yunita Ibnu mengatakan, sejauh ini fasilitas pelayanan yang disiapkan sejumlah rumah sakit di Kota Prabumulih sudah cukup memadai. Hanya saja, perlu dilakukan peningkatan dalam hal penambahan ruang rawat inap untuk pasien peserta BPJS.

"Apalagi jumlah peserta BPJS semakin hari kian bertambah. Sedangkan jumlah rumah sakit yang ada terbatas. Kita sudah meminta kepada seluruh rumah sakit yang menjadi mitra BPJS untuk melakukan penambahan fasilitas pelayanan, khususnya ruang rawat inap," ujar Yunita dalam kegiatan Media Gathering BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih bersama awak media, Rabu (25/06).

Tidak hanya penambahan ruang rawat inap, dirinya menilai sudah selayaknya Prabumulih menambah pembangunan rumah sakit baru. Sehingga pelayanan terhadap pasien pun bisa tercover dengan baik. Tidak hanya pasien lokal, pelayanan juga bisa dilakukan untuk pasien rujukan dari daerah kabupaten kota tetangga seperti Pali dan Muara Enim.

"Apalagi sisa masyarakat yang belum terdaftar di BPJS hanya sekitar 34 persen. Jumlah ini akan terus berkurang, karena kita terus genjot agar target yang diharapkan yaitu 2019 mendatang, semua warga Indonesia jadi peserta JKN-KIS," bebernya.

Masih kata Yunita, sejauh ini BPJS Kesehatan sudah bekerjasama dengan seluruh rumah sakit di Kota Prabumulih. Diantaranya yakni RS Umum, RS AR Bunda, RS Pertamina dan RS Fadillah.

"Selain itu kita juga kerjasama dengan sejumlah dokter praktek. Kurang lebih sekitar 34 dokter yang tersebar di Kota Prabumulih," imbuhnya.

Tidak hanya peningkatan pelayanan rumah sakit, BPJS Kesehatan saat ini juga terus memberikan pelayanan prima terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Yakni dengan meluncurkan aplikasi Mobile JKN. Aplikasi Mobile JKN ini merupakan bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administratif dilakukan di kantor cabang atau fasilitas kesehatan, ditransformasi kedalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta dimana saja kapanpun tanpa batasan waktu (self service).

“Ragam manfaat bisa didapat dari aplikasi mobile JKN, seperti menu info peserta, ubah data kepesertaan, pendaftaran peserta baru, tagihan, dan menu pelayanan serta menu umum,” tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar