Walikota Prabumulih didampingi Ketua DPRD saat melakukan tatap muka dalam proses pendataan ulang jumlah pedagang

# Walikota Lakukan Pendataan Langsung Jumlah Pedagang

Prabumulih, Laparta News - Proses pemindahan pedagang untuk menempati gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) II terus berlanjut. Setelah sempat adanya penolakan oleh pedagang, akhirnya Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM mengajak para pedagang untuk berdiskusi dan melakukan pendataan ulang jumlah pedagang.

Dengan didampingi oleh Ketua DPRD Prabumulih H Ahmad Palo dan anggota DPRD komisi tiga, pendataan ulang jumlah pedagang ini dilakukan di Balai Karya Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara, pada Rabu (12/12). Pendataan ulang ini dilakukan untuk memenuhi permintaan para pedagang dalam mengetahui jumlah pasti pedagang sebenarnya.

Dalam proses pendataan ulang itu, Ridho Yahya mengabsen satu persatu nama pedagang yang masuk dalam daftar pendataan. Tahap pertama ini, pendataan dilakukan berdasarkan kelompok jenis usaha yakni bagi pedagang ayam dan pedagang daging.

"Hasilnya, dari data awal jumlah pedagang ayam terdapat 51 orang hanya ada 46 pedagang saja yang memiliki SK. Sisanya ada nama tapi tidak ada orangnya, apalagi SK nya. Berarti ada kelebihan dalam jumlah data pedagang, yang tidak ada orangnya terpaksa kita coret," ujar Ridho.

Ridho mengaku, lapak dan kios yang disiapkan Pemkot Prabumulih sejatinya dibangun dari pedagang, untuk pedagang kepada pedagang. Sehingga untuk menghindari kericuhan maka dirinya menyerahkan kepada pedagang untuk sama-sama melakukan pendataan, dengan tujuan agar tidak ada lagi muncul isu data pedagang siluman.

"Karena yang lebih tau adalah pedagang, mereka yang sama-sama berdagang, apalagi mereka juga  saling kenal, jadi tidak ada dikemudian hari muncul isu data pedagang yang ganda. Makanya kita absen satu persatu. Baik itu pedagang ayam dan pedagang daging," bebernya.

Usai melakukan pendataan, dirinya meminta agar pedagang yang telah terdata dan memiliki SK untuk bersedia pindah dan menempati gedung PTM II. Permasalahan ukuran lapak yang selama ini diprotes pedagang akan diperluas sesuai permintaan pedagang.

"Untuk ukurannya akan kita sesuaikan dengan jumlah pedagang. Yang jelas ukuran lebih besar dari ukuran semula. Kami ingin pedagang untuk menempati terlebih dahulu lapak yang sudah ada, apa permasalahan yang timbul dikemudian hari bisa diketahui dan dirasakan oleh pedagang dan segera dicarikan solusinya," bebernya.

Hanya saja, sambung Ridho, pihaknya tidak bisa memenuhi tuntutan pedagang yang meminta diberikan kios. Mengingat jumlah kios yang ada di PTM II terbatas. Sebagai solusinya, Pemkot Prabumulih akan membangunkan kembali kios khusus untuk pedagang ayam dan daging yang berada di lokasi eks terminal terpatnya di belakang PTM I.

"Kalau semua pedagang minta untuk diberikan kios kami tidak punya. Bagaimana kami bisa memenuhinya, sementara lahan kita terbatas. Lagi pula tidak mungkin untuk dibangun kios dalam gedung PTM II dengan ukuran yang kecil, nanti pedagang malah protes dan demo lagi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo meminta kepada para pedagang untuk tetap menerima dan menempati lapak yang telah disiapkan di PTM II. Sembari mencari solusi terbaik agar Pemkot Prabumulih bisa kembali membangun dan menyiapkan tempat yang lebih layak dan nyaman bagi para pedagang.

"Kita paham apa yang menjadi maksud dan tujuan yang disampaikan pedagang. Solusinya akan kita cari bersama-sama. Karena inilah tujuannya untuk menata pasar dan pedagang. Inipun sifatnya masih sementara," tuturnya.

Nurmila satu diantara pedagang ayam merasa keberatan jika tempat berdagang yang disiapkan pemerintah untuk pedagang berupa lapak, mengingat sebagian pedagang sebelumnya memiliki kios yang lebih nyaman untuk berjualan.

"Kalau bisa kami mintak kios, karena kalau meja tidak cukup dan kurang nyaman. Kalaupun memang diperbesar berapa ukurannya, dimana kami akan meletakan barang dagangan kami. Untuk keranjang ayam saja tidak cukup, apalagi derum dan mesin pembersih ayam. Kami harap ada solusi yang baik. Karena kami pedagang ayam butuh tempat yang besar dan nyaman," tandasnya. (LN 01)






Posting Komentar