Sejumlah petugas dari PT Pertamina dibantu masyarakat membersihkan tumpahan minyak yang mengalir di anak Sungai Kelekar

Prabumulih, Laparta News - Kebocoran jalur pipa minyak mentah milik PT Pertamina Asset II Field Prabumulih  kembali terjadi. Bocornya pipa minyak ini terjadi di wilayah Kelurahan Kebun Duren, Kecamatan Prabumulih Barat, tepatnya tak jauh dari tangki stasiun penyaluran, penerimaan dan penimbunan minyak.

Akibatnya puluhan barel minyak yang berasal dari pipa bocor tersebut mengalir dan mencemari anak sungai yang bermuara ke Sungai Kelekar. Bahkan sejumlah spesies ikan yang berada di sungai pun mendadak matis, eperti Ikan Sapu sapu (Hypostomus Plecostomus) Lele (Ell Fish), Sepat rawa dan Kepiting.

Faisal, warga setempat mengaku jika kebocoran pipa tersebut diketahui terjadi pada Minggu siang (02/12) sekitar pukul 01.30 wib. Ia curiga saat melihat tumpahan minyak berwarna hitam pekat mengalir di sepanjang anak Sungai Kelekar.

Oleh warga, kejadian tersebut dilaporkan ke pihak PT Pertamina Asset II Field Prabumulih. Petugas pun langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pembersihan dan mencari tahu penyebab bocornya pipa minyak tersebut.

"Pihak perusahaan sejauh ini sudah melakukan pembersihan limbah. Namun kami khawatir limbah tersebut mungkin akan mencemari sumur warga. Karena banyak sumur yang dibuat berdekatan dengan aliran sungai," ujar Faisal.

Sementara itu, PT pertamina Asset II Filed Prabumulih melalui Asmen Legal and Relation Setyo Puji Hartoyo menuturkan, Pihaknya telah berupaya menetralisir agar pencemaran tak meluas. Menurutnya kebocoran terjadi akibat faktor alam dan cuaca yang mengakibatkan minyak menguap dan pressure di dalam pipa menjadi tinggi.

"Dari analisa kita sementara, kebocoran disebabkan oleh faktor cuaca yang mempengaruhi tekanan minyak sehingga terjadi kebocoran di salah satu Pipe transfer kita. Namun pasca kejadian, kita langsung memblok aliran minyak dengan Boom Oil dan memasang Flik Bar agar tumpahan minyak tidak terlalu meluas," ungkapnya.

Dikatakan Setyo, operasi pembersihan melibatkan Tim HSE PT Elnusa dan masyarakat sekitar lokasi. Saat ini proses  tersebut sudah mencapai 80 persen untuk titik awal hingga lokasi akhir.

"Minyak yang tumpah ke sungai sudah kita tanggulangi. Sejauh ini sudah hampir 80 persen," Katanya.

Dikatakan Setyo, Minyak mentah yang mengalir di sepanjang sungai tidak mengandung unsur kimia yang berbahaya. Hanya saja hawa panas yang ditimbulkan minyak, diduga menjadi faktor penyebab ikan mati.

"Kami telah bekerja sama dengan DLH Pemkot Prabumulih untuk mengukur kualitas air sampai kembali normal. Sejauh ini kita belum menerima laporan dari masyarakat terkait air di sumur pribadi mereka berubah warna," tandasnya. (Ard/red)

Posting Komentar