Agam, Laparta News - Sahabat, pada tulisan kali ini saya akan mengajak sahabat sekalian untuk sejenak meninggalkan hiruk-pikuk dan panasnya perdebatan mengenai pemilihan Presiden. Sebaliknya, saya mengajak untuk sejenak mengademkan diri dari panas dan padatnya kesibukan sahabat semua.
Masih berada di Kecamatan Matur Kabupaten Agam Sumatera Barat, saya mengajak sahabat sekalian untuk bertandang ke salah satu objek wisata yang amat sangat jarang terkespose media, baik lokal, nasional dan internasional. Lupakan dulu sejenak Puncak Lawang, sudah terlalu ramai, tinggalkan dulu sejenak Lawang Park, sudah terlalu populer. Mari jelajahi yang belum terjelajahi.
Pincuran Gadang nama objek wisata yang akan kita bahas kali ini. Pincuran Gadang ini terdapat di Nagari Matur Hilir Kecamatan Matur. Letaknya tidak jauh dari alun-alun Kecamatan Matur, dengan roda 4, objek wisata ini bisa ditempuh dalam tempo waktu 10 menit, dengan roda 2 bisa jadi lebih cepat. 
Namun cara paling tepat untuk menikmati perjalanan menuju objek wisata ini adalah dengan bersepeda. Sehingga sahabat sekalian bisa sekaligus memacu adrenaline menikmati rutenya yang menantang dengan kelokan-kelokan tajam yang menurun.
Objek wisata Pincuran Gadang ini memiliki dua situs utama, yaitu kolam pemandian alami yang bersumberkan dari mata air, kemudian situs Mesjid Bersejarah yang sudah dijadikan cagar budaya. Lokasinya pun tepat saling bersebelahan.
Ada beberapa hal yang menjadikan lokasi ini pantas untuk dikunjungi. Kolam pemandian alaminya berasal dari mata air yang dulu pernah diuji oleh salah satu produsen air mineral dari Eropa (tahu sendiri deh apa mereknya), hasil penelitian tim itu konon kabarnya membuktikan bahwa mata air Pincuran Gadang itu memiliki kadar kemurnian yang sangat tinggi, sehingga bisa langsung diminum tanpa harus melewati proses macam-macam lagi. 
Saking tertariknya dengan kemurnian dan juga kandungan mineral dari mata air di situ, si produsen ingin mendirikan pabrik air mineralnya di sana, namun karena satu dan lain hal, urung dilakukan.
Sekarang air yang mengalir tanpa henti itu telah membentuk tempat pemandian yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan juga para pengunjung untuk bersantai dan berendam. Bahkan cerita masyarakat setempat mengatakan bahwa dalam keadaan kemarau sekalipun, air Pincuran Gadang ini tidak pernah berhenti mengalir.
Hal unik lainnya dari kolam pemandian ini adalah, di dalam kolam terdapat batu-batu alami dan juga ikan-ikan air tawar kecil. Jadi berenang di tempat pemandian ini sesekali anda akan berpapasan dengan ikan-ikan yang ada di dalamnya. Tapi jangan khawatir ikan-ikan itu sama sekali tidak menganggu, hanya menambahkan sensasi dan efek relaksasi dalam berenang. Sirkulasi air yang selalu mengalir pun menjamin bahwa kondisi air dalam kolam pemandian ini tetap terjaga dalam kondisi yang prima.
Kolam pemandian Pincuran Gadang ini dikelilingi oleh pepohonan dan rerumputan yang menghampar hijau, ditambah areal persawahan di sisinya yang lain. Menambah ketenangan untuk relaksasi maksimal dari kesibukan dan rutinitas yang melelahkan. Juga terdapat warung di bagian bukit di atas kolam pemandian ini yang menyediakan berbagai makanan ringan dan minuman khas tradisional. 
Jadi tidak perlu khawatir akan kelaparan ketika tengah menikmati proses relaksasi di sini. Terdapat bebatuan besar yang bisa digunakan untuk tempat berbaring menikmati cahaya matahari yang hangat ketika mulai terasa dingin akibat berendam.
Tidak perlu khawatir juga jika mengunjungi tempat ini bersama anak-anak yang masih kecil, kedalaman kolam hanya sekitar 1,5 meter. Bagi yang membutuhkan ban untuk berenang, juga tersedia di pinggiran sekitar kolam. Bagaimana dengan biaya masuk ? Tidak ada biaya yang "dipaksakan" di sini, biaya masuknya bisa diberikan seikhlasnya. 
Saat ini objek wisata ini tengah dipercantik oleh pemerintahan nagari/desa setempat dengan membuat seluncuran untuk anak-anak. Biaya masuk yang diberikan pengunjung digunakan untuk mempercantik lingkungan sekitar, antara lain dengan penanaman bunga pada rute menuju lokasi.
Bagi pengunjung muslim tidak perlu khawatir akan melewatkan waktu shalat, karena anda bisa shalat tepat waktu di Mesjid Tuo Pincuran Gadang yang merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Kabupaten Agam. Mesjid yang kaya sejarah ini masih terlihat kokoh walau sudah tidak berusia muda lagi. 
Pada menara Mesjid anda akan melihat tulisan "ANNO 1931". Kata Anno itu sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti "Tahun". Cukup unik, karena alih-alih bahasa Belanda yang pada saat itu menjajah Indonesia, kata yang digunakan malah bahasa Italia. Biasanya akan ditulis "Anno Domini" yang dalam bahasa sehari-hari artinya sama dengan tahun masehi.
Bagi sahabat yang ingin berwisata ke Matur, tidak perlu khawatir untuk kesulitan mendapatkan informasi tentang objek wisata yang perlu untuk dikunjungi. Cukup datang ke kantor Camat Matur, maka anda akan dilayani dengan sangat baik. Jika anda beruntung maka anda akan mendapatkan tour guide yang juga sekaligus merangkap sebagai Camat Matur. Selamat berdemokrasi !!! Dan tentu saja, selamat berlibur. (Red/Tommy TRD)

Posting Komentar