Ratusan peburu tampak bersemangat mengikuti kegiatan alek buru babi di Desa Saribulan, Kecamatan Matur
Sumbar, Laparta News - Setelah kurang lebih dua tahun vakum, Persatuan Olah Raga Buru Babi (Porbi) wilayah Lawang Tigo Balai Marambuang (Latima) kembali menggelar perhelatan buru hama babi. Kegiatan ini digelar pada Minggu, 6 Januari 2019 di Desa Saribulan, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

Dari informasi dihimpun, tim pemburu tak hanya terdiri dari warga desa setempat, namun juga melibatkan tim pemburu dari daerah lain di wilayah Sumatera Barat. Seluruh pemburu yang hadir dalam kegiatan tersebut dilengkapi dengan senapan, tombak, parang serta mengajak ribuan ekor anjing peliharaan yang terlatih dalam berburu babi.

Alek buru babi yang biasa disebut warga lokal ini merupakan tradisi turun temurun masyarakat Minangkabau. Kegiatan ini sengaja digelar untuk merayakan hari jadi Latima ke 17 tahun serta pelantikan kepengurusan Ketua Porbi Latima yang sebelumnya dijabat oleh Sutan Ghazali kepada Sutan Pangulu Sati.

"Alek buru babi ini di wilayah Lawang, Tigo Balai dan Marambuang ini memang sempat vakum sejak dua tahun terakhir. Kali ini alek buru babi kembali kita gelar untuk memenuhi permintaan masyarakat. Khususnya Porbi Latima," ujar Sutan Pangulu Sati kepada LapartaNews.com disela-sela kegiatan buru babi.

Lebih lanjut Sutan Pangulu Sati menyebutkan, dipilihnya Desa Saribulan sebagai lokasi alek buru babi mengingat hama babi di wilayah tersebut belakangan ini mulai mengganas. Keberadaan hama babi kerap merusak tanaman milik masyarakat.

"Banyak tanaman milik petani yang dirusak oleh hama babi. Melalui kegiatan alek buru babi inilah kita membasmi seluruh hama babi," bebernya.

Masih kata Sutan Pangulu Sati, adapun rute perburuan yang menjadi sarang hama babi diantaranya yakni Bukik Bulek, Pusaro Nan Banyak, Kabun Laweh, Kasiak Putiah, Bukik Fila, Monggong dan belakang SMK Negeri 1 Saribulan. Setidaknya puluhan ekor hama babi berhasil dimusnahkan dalam alek buru babi tersebut.

"Melalui kegiatan ini kita berharap tali silaturahmi sesama peburu bisa kembali terjalin erat. Sehingga kegiatan berburu hama babi bisa terus dilaksanakan untuk membantu petani dalam membasmi hama babi," imbuhnya.

Wendo (32), warga Maninjau mengaku selain menyalurkan hobinya berburu, ia sengaja datang ke Desa Saribulan untuk meramaikan alek buru babi.

"Kebetulan ada anjing peliharaan yang baru saya pelihara. Untuk itu perlu dijajal agar terlatih dalam berburu. Apalagi lokasi berburu di sini medannya cukup menantang," katanya seraya mengaku membawa tiga ekor anjing peliharaan miliknya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan anjing peburu tampak memadati lokasi perburuan. Gonggongan anjing sahut menyahut meramaikan suasana perburuan.

Sejumlah tim pemburu berbagi lokasi di setiap penjuru untuk mengepung hama babi yang bersarang di dalam hutan. Ribuan anjing pun berjibaku menyerbu ke dalam hutan untuk menumpas hama babi.

Letusan senapan atau yang kerap disebut badie balansa oleh masyarakat lokal turut dilepaskan untuk memusnahkan hama babi. Puluhan hama babi pun berhasil tumbang dalam alek buru babi tersebut. (LN 01)

Posting Komentar