Ketiga pelaku pungli diintrogasi Kapolres Prabumulih usai diringkus saat melakukan aksinya di Simpang Tugu Air Mancur

Prabumulih, Laparta News - Maraknya aksi pungutan liar (pungli) yang kerap meresahkan supir angkutan barang membuat Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK gerah. Tak ingin aksi pungli yang sebelumnya telah berhasil ditertibkan itu kembali marak terjadi membuat dirinya harus turun tangan melakukan penindakan.

Hasilnya, tiga orang pelaku pungli pun berhasil diringkus pihaknya. Ketiga pelaku itu yakni Ongki Wardana (22), warga Jalan Letnan Munandar, Kecamatan Prabumulih Barat. Selanjutnya Imam Aswari (21) warga Jalan Kopral Toya, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara dan Deni Sukri (41) warga Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur.

Ketiganya diringkus ada Sabtu dini hari (23/02) sekitar pukul 00.30 wib, saat melakukan aksi pungli terhadap sejumlah supir angkutan barang yang melintas di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di Simpang Tugu Air Mancur, Kelurahan Gunung Ibul Timur, Kecamatan Prabumulih Timur.

Dari ketiga tangan pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti uang pecahan ribuan senilai Rp82000 serta satu buah jas hujan Polantas yang merupakan atribut Polri yang digunakan oleh salah satu pelaku bernama Imam Aswari. Bersama barang bukti tersbeut, ketiga pelaku digelandang ke Mapolres Prabumulih guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Prabumulih menjelaskan, ditangkapnya ketiga pelaku tersebut berdasarkan laporan masyarakat khususnya para supir angkutan barang yang merasa resah dengan ulah para pelaku pungli. Menindaklanjuti hal itu, ia pun langsung turun tangan melakukan penindakan terhadap pelaku.

"Bahkan satu diantara pelaku menyamar sebagai anggota Satlantas dengan menggunakan atribut Polri berupa mantel hujan," ujar Kapolres kepada wartawan.

Lebih lanjut pria dengan dua melati di pundaknya itu mengungkapkan, para pelaku pungli diketahui kerap berkasi pada malam hari. Untuk itu, pihaknya sengaja melakukan patroli di tengah malam agar bisa meringkus para pelaku.

"Kita ingin Prabumulih bebas dari segala bentuk aktifitas pungli. Begitu juga aksi pungli di jalanan yang dilakukan oleh sejumlah pelaku terhadap para supir angkutan barang. Siapapun itu pelakunya akan kita tindak," tegasnya seraya menghimbau agar masyarakat tidak ragu-ragu untuk melapor jika mendapati aktifitas pungli.

Sementara itu, Imam Aswari yang kedapatan melakukan aksi pungli dengan menggunakan jas hujan Polantas mengaku nekat melakukan aksi pungli untuk mencari tambahan uang rokok. Jas hujan Polantas itu sendiri ia dapatkan di jalan.

"Aku dak tau itu punyo siapo pak, kebetulan nemu di jalan. Kareno hari hujan jadi aku pake waktu lagi mungli. Dak taunyo pas lagi mungli malah keno tangkap polisi," katanya. (LN 01)

Posting Komentar