PALI, Laparta News - Sebanyak kurang lebih 28 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah se Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) turut meramaikan perlombaan cerita rakyat. Mereka bersaing menampilkan cerita rakyat yang dikemas semenarik mungkin untuk dapat merebut perhatian dewan juri agar lolos sebagai pemenang.

Kegiatan lomba cerita rakyat ini digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten PALI. Acara ini dibuka langsung oleh Asisten II Husman Gumanti, SE MSi yang bertempat di SMA Negeri 1 Talang Ubi, Pendopo pada Rabu (03/07).

Dalam sambutannya, Husman mengatakan Kabupaten PALI memiliki banyak sejarah dan filosofi yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk dijadikan sumber referensi. Melalui kegiatan lomba ini maka diharapkan para peserta mampu untuk mencari tema cerita rakyat yang menarik untuk disuguhkan dalam perlombaan.

"Banyak hal yang terjadi di tengah masyarakat Kabupaten PALI yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk lomba cerita rakyat ini. Apapun bisa dijadikan sebagai bahan untuk tema cerita rakyat. Tinggal dikemas semenarik mungkin dan disampaikan dengan baik dalam peelombaan ini," ujar Husman.

Meskipun Kabupaten PALI masih berusia seumur jagung namun bukan berarti Kabupaten PALI tidak memiliki potensi yang dapat dibanggakan seperti kabupaten kota lainnya. Tidak hanya potensi sumber daya alam semata, namun potensi sumber daya manusia pun juga menjadi prioritas utama yang harus dikembangkan.

"Melalui lomba inilah potensi SDM di Kabupaten PALI dapat dikembangkan. Apalagi potensi itu digali sejak dini. Kepada seluruh peserta agar bisa tampil dengan baik dan membawa nama baik Kabupaten PALI baik di tingkat provinsi maupun nasional," terangnya.

Sementara itu, Kepala DPKD Drs Agen Eleidi mengatakan, di adakannya lomba ini untuk menggali dan melestarikan cerita-cerita rakyat terdahulu yang ada di daerah Kabupaten PALI. Acara tersebut rutin digelar setiap tahunnya untuk terus mencari bibit dari kalangan pelajar dalam mencari dan menciptakan cerita-cerita rakyat yang ada di Kabupaten PALI.

"Kita harus terus melestarikan ceeita rakyat kepada anak-anak. Jangan sampai mereka terlena dengan kecanggihan teknologi. Apalagi di zaman yang serba canggih seperti saat ini. Anak-anak sudah tidak lagi mengenal legenda atau cerita rakyat yang didalamnya mengandung pesan dan nilai-nilai sosial," imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam perlombaan ini seluruh perserta akan mendapatkan piagam penghargaan dan tropi serta uang pembinaan bagi pemenang. Untuk juara satu akan mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 2,5 juta, juara dua Rp 2 juta juara tiga Rp 1,5 juta

"Sedangkan untuk juara harapan 1, 2 dan 3 mendapatkan Rp 500 ribu. Pemenang yang lolos dalam lomba ini nantinya akan kita kirim sebagai perwakilan dari Kabupaten PALI untuk mengikuti lomba cerita rakyat tingkat provinsi. Mudah-mudahan Kabupaten PALI bisa lolos untuk mewakili Provinsi Sumsel di tingkat nasionak nanti," pungkasnya. (LN 02)

Posting Komentar