Kondisi taman TPU Muara Sungai yang kini ditumbuhi semak belukar dan dibiarkan terbengkalai

Prabumulih, Laparta News - Seiring waktu pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di Kota Prabumulih terus menggeliat. Baik itu pembangunan yang sumber dananya berasal dari APBD maupun bantuan APBN yang diserahkan melalui kementrian.

Namun sayangnya sejumlah infrastruktur yang telah dibangun tidak seiring dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Bahkan bangunan tersebut banyak yang tidak terawat dan terbengkalai. Sehingga pembangunan itupun dianggap sia-sia.

Seperti yang terlihat pada Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang diberi nama Prabumulih Sanctuary Peace Garden ini. TPU yang berlokasi di wilayah Desa Muara Sungai, Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai ini kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Padahal TPU yang dibangun dengan mengusung konsep taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini belum genap satu tahun dibangun. Bahkan, tak tanggung-tanggung dana yang dikucurkan oleh Kementerian PUPR Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan untuk membangun taman TPU itu mencapai Rp 5 Miliar.

Selain ditumbuhi rumput dan semak belukar, sejumlah fasilitas lainnya yang terdapat pada bangunan taman tersebut juga sudah mulai rusak. Kaca jendela dan pintu yang terdapat pada bangunan yang sedianya disiapkan untuk kios itupun sudah banyak pecah berserakan.

Coretan-coretan tangan juga tampak menghiasi dinding bangunan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Kondisi ini makin menambah kesan angker pada taman TPU. Padahal sejatinya Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) membangun taman TPU itu untuk menghilangkan kesan angker pada kuburan.

Andi, warga Desa Muara Sungai yang kebetulan melintas di lokasi taman TPU itu mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Padahal menurutnya taman TPU itu cukup menarik untuk dijadikan sebagai tempat bersantai.

"Sayangnya kondisi taman ini tidak terawat dan dibiarkan terbengkalai. Padahal banyak juga anak-anak yang suka nongkrong disini. Tapi sekarang sudah jarang," ujarnya kepada LapartaNews.com saat dibincangi, Kamis (01/08/2019).

Bahkan ia mengaku khawatir jika dibiarkan demikian lokasi taman TPU akan semakin terbengkalai.

"Kalau dirawat dan dijaga pasti banyak yang mau datang kesini. Apalagi kalau sudah difungsikan sebagaimana mestinya," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar