Prabumulih, LapartaNews - Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Kota Prabumulih melalui UPTD Pasar Tradisional Modern  (PTM) melakukan himbauan penertiban kepada pedagang kaki lima. Pedagang diminta untuk membongkar lapak dagangannya dan pindah ke gedung PTM 1.

Tak tanggung-tanggung, himbauan yang merupakan instruksi terakhir ini dilakukan dengan mengerahkan personel TNI dan Polri. Dengan dibantu anggota Satpol PP dan Dinas Perhubungan, Lurah Pasar 1 dan Lurah Pasar 2, pihak UPTD PTM meminta para pedagang kaki lima untuk segera membongkar lapak dagangannya.

Kepala UPTD PTM, Taufik Hidayah saat dikonfirmasi menegaskan, himbauan tersebut merupakan peringatan terakhir kepada pedagang. Mengingat sebelumnya pedagang sudah berjanji dan sepakat akan segera pindah setelah Hari Raya Idul Adha.

"Tapi pada kenyataannya setelah Idul Adha selesai para pedagang masih banyak yang belum pindah. Untuk itu kami bersama dengan tim yang telah dibentuk turun ke pasar memberikan pengarahan dan peringatan kepada pedagang agar segera membongkar lapaknya dan pindah ke PTM 1," ujar Taufik usai memberikan himbauannya kepada pedagang, Kamis (15/08/2019).

Taufik menjelaskan, setidaknya ada sekitar  kurang lebih 500 pedagang kaki lima yang akan dipindahkan ke PTM 1. Diantaranya pedagang yang berada di sepanjang Jalan Jendral Sudirman, Jalan Andalas, Jalan M Yamin dan Jalan Buntu.

"Kita sudah turun langsung ke lapangan, dan berkoorsinasi dengan pedagang. Ini adalah himbauan terakhir kita dan pedagang pun mengaku sudah siap untuk membongkar lapak-lapaknya," ungkapnya.

Disinggung jika ada pedagang yang tetap membandel untuk tidak pindah, dengan tegas Taufik mengaku akan melakukan bongkar paksa. Pemkot Prabumulih akan mengerahkan personel TNI, Polri dan Satpol PP untuk menertibkan lapak pedagang.

"Namun kita berharap hal ini jangan sampai terjadi. Untuk itu kita selalu meminta para pedagang untuk kompak dan sama-sama pindah ke tempat baru yang telah disediakan di PTM 1. Kita tidak ingin ada benturan fisik, namun jika memang terpaksa maka akan kita lakukan," tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah lapak milik pedagang kaki lima yang berada di Jalan Jendral Sudirman sudah mulai dibongkar pemiliknya. Meski demikian sebagian besar pedagang lainnya masih tetap bertahan.

"Tanggung kalau nak dibongkar sekarang, biarlah nunggu hari Minggu be, kan masih biso bejualan sembari bangun lapak di tempat yang baru. Kalau lapak yang baru la siap jadi biso langsung pindah dan jualan," ujar seorang pedagang buah. (LN 01)

Posting Komentar