Prabumulih, LapartaNews - Kekurangan air bersih yang disebabkan oleh kemarau panjang membuat penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kota Prabumulih harus berhemat dalam menggunakan air.

Pasalnya dua sumur yang ada di rutan tersebut sudah mulai mengering, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan penghuni rutan seperti mandi dan mencuci.

Kepala Rutan Kelas II Prabumulih, Reza Meidiansyah Purnama Amd IP SH melalui Kepala Satuan Pengamanan, Doni Mira Saputra SH mengatakan, setidaknya dalam satu hari kebutuhan air bersih di rutan sekitar 1500 sampai 2000 liter per hari. Kondisi ini tidak ditunjang dengan kurangnya persediaan air dalam sumur bor.

"Kita memiliki dua sumur bor, satunya sudah tidak berfungsi. Hanya satu yang masih bisa dimanfaatkan, itu pun belum bisa memenuhi kebutuhan air untuk 510 narapidana," ujarnya.

Untuk mengatasi kekurangan akan kebutuhan air bagi napi, pihaknya terpaksa harus membeli air bersih ke PDAM Tirta Prabu Jaya. Lantaran kesulitan mendapatkan suplai air bersih para napi dalam rutan pun terpaksa harus menghemat penggunaan air.

"Pemakaian air pun terpaksa harus kita batasi. Hanya cukup untuk mencuci dan mandi, itupun terkadang napi terpaksa ada yang tidak mandi karena keterbatasan air. Kita pun juga kekurangan anggaran untuk membeli air bersih setiap hari ke PDAM," bebernya.

Terpisah, Sekda Kota Prabumulih, Elman ST saat dimintai tanggapannya terkait hal tersebut mengaku sudah menganggarkab bantuan sumur bor. Hanya saja bantuan tersebut belum bisa direalisasikan secepatnya mengingat belum ada pengesahan anggaran tahun 2020.

"Pemkot akan bantu pengadaan dua sumur bor untuk rutan. Kalau harus direalisasikan tahun ini juga paling menunggu ABT dulu. Mudah-mudahan dananya ada dan akan kita prioritaskan untuk bantuan sumur di rutan," ungkapnya.

Elman juga mengaku tidak bisa memfasilitasi kebutuhan air bersih secara gratis yang disuplai dari PDAM. Sebab, PDAM memiliki hitungan sendiri dalam pengelolaan air bersih.

"Apalagi masyarakat banyak juga membutuhkan suplai air bersih yang harus dilayani oleh PDAM. Namun setidaknya masalah ini nanti akan kita coba koordinasikan dengan kepala PDAM. Mudah-mudahan ada solusinya, rutan kebagian air bersih begitu juga dengan masyarakat di luar juga terpenuhi," pungkasnya. (LN 01)

Posting Komentar