Suasana Kantor DPRD Kabupaten Lahat tampak dijaga ketat anggota kepolisian dan TNI pasca keributan yang terjadi sesama anggota dewan

Lahat, LapartaNews - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dipilih rakyat hendaknya harus menjadi contoh bagi rakyatnya. Namun hal tak terpuji malah dilakukan oleh dua orang anggota DPRD Kabupaten Lahat yang baru  saja dua minggu dilantik sebagai wakil rakyat.

Keduanya terlibat perkelahian saat rapat pemilihan ketua komisi IV DPRD Kabupaten Lahat. Peristiwa yang tak pantas dilakukan oleh kedua wakil rakyat ini terjadi di salah satu ruang rapat pada Selasa (01/10/2019) sekira pukul 19.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, kedua anggota DPRD yang terlibat perkelahian dalam ruang rapat tersebut yakni Nopran Marjani dari Partai Gerindra dan Ari Tengkleng dari Partai Nasdem.

Keduanya terlibat perkelahian saat anggota DPRD Komisi IV sedang menjalani proses rapat pemilihan ketua komisi. Saat rapat berlangsung keduanya saling beradu argumen hingga saling tunjuk.

Diduga, Nopran merasa tersinggung dengan ucapan yang dilontarkan oleh Ari hingga berujung pada pemukulan yang diduga dilakukan oleh Nopran. Beruntung keributan itu segera dilerai oleh anggota lainnya yang ada dalam ruang rapat tersebut.

Atas kejadian itu, Ari mengalami luka lecet di pipi sebelah kiri serta luka di bibir atas. Merasa tidak terima dengan perlakuan yang diterimanya itu, ia pun langsung menuju SPKT Polres Lahat dan membuat laporan polisi.

"Memang ada yang terlibat perkelahian saat rapat tadi. Tapi langsung dilerai oleh anggota lainnya. Salah paham saja karena berbeda pendapat, sayangnya mereka berdua terbakar emosi," ujar salah satu anggota dewan setempat yang enggan namanya untuk disebutkan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada statmen resmi dari pihak kepolisian atas laporan yang telah diadukan oleh Ari Tengkleng. Namun, puluhan personil dari Polres Lahat dibantu anggota TNI Kodim 0405/Lahat tampak bersiaga di gedung DPRD Kabupaten Lahat. (LN 01)

Posting Komentar