Terlihat sejumlah lapak dan kios yang berada di PTM 1 dan 2 terlihat kosong melompong

Prabumulih, LapartaNews - Niat Pemerintah Kota Prabumulih untuk menata pedagang di Pasar Inpres ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini disebabkan lantaran masih banyaknya pedagang yang enggan untuk menempati kios dan lapak yang telah disiapkan dalam bangunan gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) 1 dan 2.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan lapak dan kios di gedung PTM 1 dan 2 terlihat kosong melompong. Padahal tempat tersebut telah dibagikan kepada seluruh pedagang dengan cara diundi.

Para pedagang lebih memilih bertahan menggelar dagangan mereka di tempat lama, seperti di Jalan Andalas, Jalan M Yamin, Lorong Buntu dan Lorong Kelapa.

Akibatnya ratusan lapak dan kios itu pun dibiarkan terbengkalai dan berdebu. Parahnya lagi, sejumlah sudut kios dan lapak tersebut terkesan jorok dan bau pesing.

Tidak hanya lapak dan kios di gedung PTM 1 dan 2, ratusan lapak yang berada di bangunan gedung pasar basah yang merupakan bantuan dari Kementrian Perdagangan juga terlihat demikian. Bahkan tidak terlihat satu pun pedagang yang menempati bangunan pasar tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah pedagang, mereka mengaku enggan untuk menempati lapak dan kios tersebut lantaran sepi pembeli. Selain itu, tempat yang disediakan juga kurang memadai untuk dijadikan sebagai tempat berjualan.

"Sebelumnyo kami sudah pernah tempati lapak itu selamo satu mingguan. Tapi pembelinyo sepi, dagangan kami idak laku. Makonyo kami memilih pindah lagi ke tempat lamo walapun tempat yang lamo sudah dibongkar," ujar Sari saat dibincangi awak media, Minggu (27/10/2019).

Hal senada juga diungkapan Rahmat, pedagang ikan ini mengaku selain sepi pembeli fasilitas yang dibutuhkan oleh pedagang seperti air dan listrik juga belum terpasang. Akibatnya pedagang pun kesulitan untuk mendapatkan air.

"Rasonyo kurang nyaman bejualan dalam gedung pasar itu, selain itu pembelinyo jugo sepi. Kito nih nak bejualan bukan sekedar nak nyaman, tapi jugo nak ado pembelinyo. Kalau pembeli dak katek cakmano kami nak dapat rejeki," tuturnya.

Namun hal berbeda disampaikan oleh Yhanie pedagang sembako dan ikan asin yang berada di lantai dasar PTM 2, mengaku meskipun sepi pembeli namun dirinya memilih tetap bertahan di kios yang ia tempati.

"Sebenanryo pedagangnyo yang kurang kompak untuk pindah ke dalam gedung ini, padahal sebagian pedagang sudah mulai menempati lapak dan kios. Tapi dak sampe seminggu malah ditinggalke lagi dan dibiarkan kosong. Kami dak tau kapan nian kios samo lapak dalam gedung ini benar-benar difungsikan sesuai peruntukannyo," pungkasnya. (LN 01)

Posting Komentar