Mintan pelaku penodongan saat digiring petugas ke Mapolsek Prabumulih Timur

Prabumulih, LapartaNews - Maraknya aksi pungli dan penodongan di Jalan Lingkar Timur membuat pengendara yang melintas di kawasan itu jadi was-was. Seperti yang dialami oleh Ansori (43), warga Perumnas Polda, Kota Palembang ini.

Dirinya menjadi korban penodongan yang dilakukan oleh dua orang pria saat melintas di Jalan Lingkar Timur, tepatnya pada Kamis (05/12/2019) sekitar pukul 00.30 Wib.

Saat itu korban yang mengendarai mobil melaju dengan kecepatan sedang di kawasan Jalan Lingkar. Tiba-tiba saja dua orang pelaku yang menunggangi sepeda motor langsung menghadang laju kendaraannya.

Pelaku melintangkan sepeda motornya di depan mobil korban sembari mengeluarkan sajam dan sepucuk senjata api rakita. Kedua pelaku memaksa korban untuk menyerahkan uang.

Lantaran takut korban pun memberikan uang Rp 100 ribu. Namun, pelaku menolak dan merampas dompet serta mengambil uang sebanyak Rp700 ribu dari dalam dompet korbannya.

Usai melancarkan aksinya kedua pelaku ini pun langsung kabur melarikan diri. Sedangkan pelaku langsung melanjutkan perjalanan dan berhenti di Polsek Prabumulih Timur untuk melaporkan peristiwa penodongan yang dialaminya kepada polisi.

Usai menerima laporan korban, petugas pun langsung bergerak cepat dan melakukan pengejaran. Satu pelaku pun berhasil diringkus yakni bernama Mintan (20) saat berada di rumahnya Jalan Baturaja, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudharmaya SIK melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah SH membenarkan penangkapan terhadap pelaku penodongan terhadap korban. Dari tangan pelaku berhasil diamankan sebilah senjata tajam, satu unit sepeda motor Xeon dan uang Rp 70 ribu sisa hasil kejahatan.

"Pelaku lainnya masih terus dikejar anggota kita. Sedangkan untuk pelaku yang sudah ditangkap akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP, ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun," pungkasnya.

Sementara itu, pelaku Mintan mengaku dirinya diajak oleh rekannya yang saat ini menjadi incaran polisi. Sejanta api dan sajam yang mereka gunakan untuk beraksi diakuinya hanya untuk menakuti korban.

"Aku diajak oleh kawan. Senpi itu punyo dio, aku pake piso untuk nakuti korban. Duit hasik nodong bebagi duo. Aku tepakso melok kareno lagi dak ado gawean pak," ujar pelaku kepada petugas saat diintrogasi. (LN 01)



Posting Komentar