Kedua atlet cabor sepatu roda yang terlibat peseteruan akhirnya berdamai setelah ada penyelesaian oleh pihak panitia

Prabumulih, LapartaNews - Pelaksanaan pertandingan cabang olahraga sepatu roda dalam ajang Porprov 12 Sumsel 2019 yang di gelar di Jalan Sindur, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih pada Sabtu pagi (23/11/2019) diwarnai aksi protes antara atlet dan pelatih.

Pasalnya, salah satu atlet kontingen Kabupaten Lahat bernama Putra diduga telah melakukan pelanggaran dengan cara mendorong atlet kontingen asal Palembang bernama Erik pada babak final putra speed 200 meter.

Akibat pelanggaran itu, atlet sepatu roda Palembang itu harus berada diposisi ke empat. Diposisi ke tiga diraih oleh atlet Palembang bernama M Farik Akbar. Sedangkan atlet asal Kabupaten Lahat berada di posisi kedua. Sementara posisi pertama berhasil diraih oleh atlet asal Kabupaten Ogan Ilir (OI) atas nama M Rievan.

Pihak panitia penyelenggara cabang olahraga sepatu roda pun terpaksa mengambil keputusan diskualifikasi terhadap atlet asal Kabupaten Lahat itu. Namun, keputusan tersebut tidak diterima oleh pelatih dan official Kabupaten Lahat.

Sempat terjadi adu mulut antara pelatih dan official kedua kontingen setelah panitia mengeluarkan hasil keputusan tersebut. Beruntung aksi adu mulut itu berhasil diredam pihak panitia yang dibantu petugas kepolisian.

Aksi protes pun berkahir setelah Pelatih Cabor Sepatu Roda Kota Palembang Erick mengalah dan merelakan posisi kedua dalam laga final speed 200 meter itu direbut oleh atlet kontingen Kabupaten Lahat. Mengingat pihaknya tidak ingin ada keributan dan masalah pada pelaksanaan pertandingan cabor sepatu roda.

"Dengan berat hati kami mengalah, meskipun kami memiliki bukti rekaman video yang menunjukkan adanya insiden pelanggaran yang dilakukan oleh atlet Kabupaten Lahat. Kami tidak ingin ribut dan kami tetap legowo, karena di posisi ketiga masih diraih oleh atlet kita yang juga masuk dalam babak final," ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Manager Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kabupaten Lahat, Erickson SPd MM mengaku jika keputusan panitia dianggap tidak masuk akal. Sebab menurutnya pelanggaran itu bukanlah hal yang disengaja oleh atletnya.

Mengingat lokasi pelaksanaan cabang olahraga sepatu roda yang digelar di jalan raya Sindur sedikit sempit. Sehingga terjadilah sentuhan antara satu atlet dengan atlet lainnya.

"Wajar saja kalau terjadi sentuhan fisik. Panitia juga harus lihat kondisi lapangan. Karena ini bukan lintasan khusus sepatu roda, jadi wajar-wajar saja jika ada atlet yang bersenggolan saat bertanding," ujarnya protes.

Pihaknya pun mengapresiasi sikap legowo pelatih dan official Palembang yang telah menyerahkan posisi ke dua untuk Kabupaten Lahat di final cabor sepatu roda putra. Sehingga masalah tersebut tidak berlarut-larut.

"Semua atlet pasti ingin menang dan memberikan yang terbaik untuk daerahnya. Kami pun juga sangat berterimakasih kepada pelatih dan official Palembang yang telah bersikap legowo dalam menyikapi masalah ini," pungkasnya. (LN 01)

Posting Komentar