Inspektur Kota Prabumulih Toni Syalfiansyah

Prabumulih, LapartaNews - Pemeriksaan dugaan kasus perselingkuhan yang dilakukan Kepala Desa Talang Batu, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT)  oleh Inspektorat Kota Prabumulih sepertinya berjalan di tempat. Padahal setelah kasus itu mencuat ke publik pihak Inspektorat telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan terkait kebenaran kasus perselingkuhan antara kades dengan warganya sendiri.

Hanya saja hingga saat ini belum ada kepastian terkait perkembangan hasil pemeriksaan kasus tersebut. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat khususnya warga Desa Talang Batu yang merasa malu dengan perbuatan tak terpuji yang dilakukan oleh kadesnya.

Belum adanya kepastian hukum atau sanksi yang ditetapkan oleh Inspektorat membuat sejumlah warga Desa Talang Batu resah. Bahkan, warga desa juga telah beberapa kali melakukan pertemuan untuk membahas masalah tersebut dan sepakat meminta agar Kades Talang Batu berinisial SK segera mundur dari jabatannya sebagai kades.

Salah satu warga Desa Talang Batu saat dibincangi LapartaNews.com mengaku, sejak kasus perselingkuhan SK dengan seorang warga berinisial SI terkuak yang bersangkutan jarang terlihat di kantor desa. Sehingga warga pun merasa kesulita jika ningin bertemu dan berurusan dengan kades.

"Jarang tejingok, yang ado di kantor kades itu paling pegawai dan stafnyo be. Kami warga Desa Talang Batu cuma ingin minta kepastian hukum dari pihak Inspektorat Prabumulih. Nak dibawak kemano masalah ini, jangan sampai didiamkan be," ujar sumber yang minta namanya untuk tidak disebutkan kepada LapartaNews.com belum lama ini.

Ia juga menuturkan, Pemerintah Kota Prabumulih seolah menutup mata terkait kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh Kades Talang Batu. Pasalnya warga Desa Talang Batu telah berkali-kali meminta kepastian dari Pemkot Prabumulih terkait sanksi yang akan diterapkan kepada kades tersebut. Bahkan masalah ini juga sudah sampai disampaikan hingga ke DPRD Kota Prabumulih namun hasilnya juga tidak jelas.

"Warga sepakat agar Kades Talang Batu dicopot dari jabatannyo. Mengingat namo baik Desa Talang Batu sudah tercoreng akibat ulah kades. Apolagi yang nak diperikso oleh Inspektorat, padahal pengakuan dari korban jugo sudah jelas" katanya.

Terpisah, Inspektur Kota Prabumulih Toni Syalfriansyah saat dikonfirmasi terkait perkembangan penyidikan kasus perselingkuhan sang kades mengaku jika pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Toni menuturkan, pihaknya tidak bisa serta merta langsung memberikan vonis atau sanksi kepada oknum kades tersebut. Mengingat pihaknya belum menemukan cukup bukti atas tuduhan kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh Kades SK.

"Kami masih perlu mengumpulkan cukup data dan bukti, toh sejauh ini buktinya belum jelas. Apalagi berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap kades yang bersangkutan ia tidak mengakui tuduhan itu. Meskipun korban mengakui hal itu tapi masih perlu kita pastikan keterangan dan buktinya serta alasannya. Kita pun juga perlu uji bukti dan alasannya itu secara hukum," ungkapnya.

Disinggung terkait keberadaan kades tersebut, Toni mengaku jika Kades SK masih tetap bekerja seperti biasa di Kantor Desa Talang Batu. Bahkan kades tersebut juga masih aktif mengikuti setiap kegiatan rapat di Kantor Pemkot Prabumulih.

"Dari keterangan yang kami terima kadesnya masih ngantor seperti biasa. Memang kami tidak lakukan pengecekan secara langsung, tapi keterangan yang kami terima seperti itu. Intinya kita akan terus melakukan pemeriksaan terkait masalah ini, karena tim yang telah kita bentuk masih terus bekerja," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar