Jenazah korban saat disemayamkan di rumah duka dan pelaku baju warna ungu saat diamankan di Mapolsek Prabumulih Barat

Prabumulih, LapartaNews - Seorang pemuda bernama Rahmad Rosul Yadi (17) harus meregang nyawa setelah ditusuk oleh tetangganya sendiri. Meski sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Fadillah namun nyawa korban tidak tertolong lantaran kehabisan darah. Korban pun tewas dengan dua luka tusukan senjata tajam di bagian perutnya.

Aksi penganiayaan yang menyebabkan korban tewas itu terjadi pada Sabtu malam (15/02/2020) sekira pukul 18.30 WIB, tepatnya di sebuah warung di Kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat.

Anggota Satreskrim Polsek Prabumulih Barat yang mendapatkan laporan atas kejadian tersebut langsung begerak cepat meringkus pelaku. Pelaku penusukan tidak lain adalah tetangga korban yang bernama Tarman (50).

Ia pun berhasil diringkus dua jam setelah kejadian dalam persembunyiannya di Jalan Lingkar Kelurahan Payuputat-Tanah Abang,  tepatnya sekitar pukul 21.00 WIB. Bersama pelaku turut diamankan sebilah senjata tajam jenis pisau yang digunakan untuk menganiaya korbannya.

Informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan yang berujung maut itu dilakukan pelaku lantaran ia merasa kesal dengan korban. Pasalnya, menurutnya ia kerap diejek oleh korban.

Karena tidak senang, pelaku pun sakit hati dan menaruh dendam kepada korban. Entah setan apa yang telah merasuki pelaku, tiba-tiba ia mendatangi korban yang saat itu tengah duduk-duduk di sebuah warung.

Dengan bermodalkan senjata tajam yang telah ia siapkan dari rumah, pelaku lagsung menusuk perut korban dari arah belakang. Sontak saja korban pun langsung tersungkur bersimbah darah.

Melihat korban tak berdaya, pelaku pun langsung kabur melarikan diri. Sementara itu warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu langsung melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun naas, nyawa korban tak tertolong dan akhirnya tewas.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudharmaya SH SIK MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Murshal Mahdi SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Darmawan SH saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya telah berhasil meringkus pelaku dua jam setelah menganiaya korbannya. Aksi penganiayaan itu ia lakukan lantaran pelaku merasa tak terima karena sering diejek oleh korban.

"Korban meninggal di rumah sakit karena kehabisan darah. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku. Pelaku kita jerat dengan pasal 351 Ayat 1 dan 2," ungkap Ipda Darmawan. (LN 01)

Posting Komentar