Adi Ting pelaku pencurian saat digiring petugas usai menjalani operasi mengeluarkan proyektil timah panas yang bersarang di kakinya
Prabumulih, LapartaNews - Langkah kaki Adi Ting (39) tak lagi gagah. Ia terpaksa harus dipapah oleh petugas saat keluar dari ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih.

Pria yang merupakan warga Jalan Bima, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara ini terpaksa harus dihadiahi timah panas oleh anggota Tim Taring Macan Polsek Prabumulih Barat. Pasalnya, pria yang merupakan pelaku pencurian ini berusaha melawan dan menyerang Katim Buser Bripka AW Boy menggunakan sebilah pisau saat akan ditangkap.

Pelaku ditangkap pada Selasa sore (24/03/2020) sekira pukul 16.00 WIB saat sedang berkunjung di salah satu rumah temannya di Jalan Arimbi, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur. Bersama pelaku turut diamankan barang bukti hasil curian berupa satu unit handphone dan sebilah pisau.

Informasi yang dihimpun, ditangkapnya pelaku berdasarkan hasil rangkaian penyelidikan terhadap laporan korban yakni Nora Aprilia (28), warga Komplek CPM, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara. Dalam laporannya korban mengaku telah kehilangan dua unit handphone yang disimpan di dalam kamar tidur.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Minggu  05 Januari 2020 sekira pukul 06.30 WIB. Akibat kejadian itu korban pun harus mengalami kerugian senilai Rp2,5 juta dan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Prabumulih Barat.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudharmaya SH SIK, melalui Kapolsek AKP Mursal Mahdi SH didampingi Kanitreskrim Ipda Darmawan SH menjelaskan, berdasarkan laporan tersebut petugas pun kemudian melakukan pelacakan. Akhirnya diketahui keberadaan pelaku berikut handphone tersebut.

"Saat ditangkap oleh petugas pelaku mencoba lakukan perlawanan dan menyerang anggota. Sehingga pelaku terpaksa dilumpuhkan," ujar Darmawan.

Sementara itu, berdasarkan pengakuannya pelaku nekat melakukan aksinya itu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dengan bermodalkan kayu panjang yang telah dipasang pengait ia mencuri handphone milik korban yang terkapar dalam kamar.

"Aku juluk pake kayu, kebetulan ado duo HP dalam kamar itu. Barang hasil curian itu aku jual untuk kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak aku," katanya seraya mengaku telah dua kali melakukan aksi tersebut. (LN 01)

Posting Komentar