Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM saat memimpin press rilis bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
Prabumulih, LapartaNews - Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM yang menjabat sebagai ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 menggelar press rilis terkait jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tersebar sebanyak 411 orang di Kota Prabumulih. Kegiatan tersebut digelar di aula rapat lantai 1 kantor Pemkot Prabumulih, pada Senin (04/05/2020).

Dalam kesempatan itu, Walikota Prabumulih yang didampingi oleh petugas gugus menegaskan, Orang Tanpa Gejala (OTG) bukanlah orang yang positif Covid-19. Namun, OTG adalah orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif atau dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Walikota Prabumulih menyampaikan paparan rilis terkait jumlah OTG di Kota Prabumulih
Penegasan terkait makna OTG sebenarnya itu disampaikan oleh Ridho Yahya untuk menampik stigma negatif di tengah masyarakat yang merasa khawatir jika OTG adalah orang yang dianggap positif covid-19. Untuk itu pihaknya harus meluriskan stigma tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ridho Yahya yang didampingi oleh petugas gugus dari Dinas Kesehatan Kota Prabumulih menyampaikan ada tiga kriteria OTG yakni, petugas kesehatan yang tidak memakai APD lengkap. Tapi jika APD pakai lengkap maka orang tersebut bukan OTG.

Selanjutnya, orang yang satu lingkungan kerja dengan orang yang positif Covid-19,  dan ketiga adalah orang yang dalam perjalanan satu kendaraan yang jaraknya kurang dari 1 meter dengan orang konfirmasi positif, swab positif adalah PDP.

Dengan demikian, orang nomor satu di Kota Prabumulih ini menegaskan agat masyarakat hendaknya tidak resah terkait jumlah angka OTG, ODP dan PDP, apalagi masyarakat itu menjalankan protokol kesehatan Covid-19 yang dianjurkan oleh pemerintah.

"Kita imbau warga jangan resah, karena kalau resah dan panik dapat membuat imun tubuh menjadi menurun. Jika imun tubuh menurun maka penyakit apapun akan mudah menyerang. Untuk itu tetap berfikir positif dan menjaga kesehatan sesuai arahan protokol kesehatan dari pemerintah," ujar Ridho.
Walikota Prabumulih berdiskusi dengan Kepala Dinas Kesehatan membahas definisi OTG yang disampaikan kepada awak media
Ayah dengan tiga anak ini menjelaskan, berdasarkan data yang telah diperoleh dari tim gugus covid-19 itu, sebanyak 411 orang yang didata terdapat 183 orang yang masih dalam tahap observasi dan akan menjalani rapid tes sebanyak 2 kali.

"OTG itu langsung diisolasi mandiri dan dilakukan pemantauan 14 hari, lalu dirapid tes pertama dan kedua, hasilnya negatif sehingga mereka tidak terpapar. Jadi sangat kita sayangkan kalau mereka yang telah isolasi dan negatif rapid tes ditolak di tengah masyarakat atau dijauhi," bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr Tedjo Happy menambahkan, mengenai data OTG yang melonjak drastis dari sebelumnya 227 orang menjadi 411 orang, merupakan data mentah yang belum dilakukan surveyland oleh tim gugus tugas. Padahal setelah dilakukan tracking serta dilakukan observasi, angka OTG sebenarnya hanya tersisa 183 orang. Data itu hasil tracking dan itu benar-benar yang kontak erat dan ada kriterianya.

"Jadi kita itu menerima apabila ada masyarakat yang merasa resah apakah dirinya masuk OTG atau tidak, yang kontak erat dan medis pakai APD kita data semua serta menjalani isolasi mandiri sehingga data kita tinggi," jelasnya.
Data sebaran jumlah kasus ODP, PDP dan Positif Covid-19 yang tersebar di enam kecamatan se Kota Prabumulih

Kadinkes menambahkan, jumlah ODP sebanyak 174 orang dengan rincian 84 masih dalam proses pemantauan dan 90 selesai pamantauan. Sedangkan untuk PDP sebanyak 18 orang dengan status 9 orang dalam pengawasan, 4 orang meninggal dunia dan 5 orang selesai pengawasan.

"Jumlah positif Covid 12 orang dengan rincian 7 orang masih dalam proses perawatan, 1 orang meninggal dunia dan 4 orang telah sembuh," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar