Sejumlah agen dan pedagang pasar pagi tampak berdialog dengan Walikota Prabumulih di Terminal Lingkar, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan
Prabumulih, LapartaNews - Sejumlah pedagang pasar pagi yang telah dipindahkan ke Terminal Lingkar, Kelurahan Suakraja, Kecamatan Prabumulih Selatan meminta agar pasar pagi di Terminal Lingkar kedepannya mulai dipermanenkan. Hal ini disampaikan oleh sejumlah pedagang yang mengaku merasa nyaman menjalankan aktifitas jual beli di lokasi tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Herman salah satu agen sayur yang mengaku pemindahan pedagang pasar pagi ke Terminal Lingkar dianggap lebih efektif. Selain lokasi yang cukup luas, pedagang dan pembeli pun lebih leluasa dalam menjalankan aktifitasnya.

Menurutnya, jika seluruh agen diarahkan ke Terminal Lingkar dengan sendirinya para pengepul, pengecer maupun pembeli akan ikut mengarah ke wilayah tersebut. Meski demikian, penempatan pasar pagi di Terminal Lingkar harus ditunjang dengan fasilitas yang dibutuhkan oleh pedagang.

"Sebenarnya lebih nyaman disini, lapak yang disediakan cukup luas dan nyaman. Apalagi pembeli juga tidak lagi kesulitan untuk mencari lokasi parkir karena lahannya luas, tidak seperti di Pasar Tradisional Modern (PTM)," ujarnya saat dibincangi Rabu malam (27/05/2020).

Hal senada juga diungkapkan Suhartina. Wanita yang biasanya berjualan sayuran di pasar pagi PTM ini mengaku tidak keberatan dipindahkan ke Terminal Lingkar. Meskipun belum secara keseluruhan pedagang mau pindah ke Terminal Lingkar namun ia berharap agar pasar pagi bisa dipermanenkan di wilayah tersebut.

"Tinggal pedagang yang lainnya, apakah mereka siap untuk ditempatkan disini atau tidak. Kalau semuanya kompak dan setuju lebih baik dipermanenkan saja pasar pagi di terminal ini," imbuhnya.

Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM yang melakukan pengecekan langsung aktifitas pedagang di Terminal Lingkar menyambut baik permintaan para pedagang. Bahkan Ridho Yahya mengaku siap untuk memfasilitasi permintaan pedagang.

Namun, untuk sementara waktu seluruh agen dan pengepul pasar pagi diharapkan bersedia dipindahkan ke Terminal Lingkar selama proses penerapan PSBB berlangsung. Kedepan Pemkot Prabumulih akan mengupayakan untuk membangun fasilitas pasar pagi di wilayah Terminal Lingkar sesuai permintaan pedagang.

"Jauh sebelumnya kita sudah ada rencana agar pasar pagi itu ditempatkan di wilayah Terminal Lingkar. Layaknya seperti pasar induk pada umumnya, karena pembeli tidak hanya dari Prabumulih bahkan juga berasal dari kabupaten tetangga. Begitu juga dengan agen-agen sayur dan ikan yang berasal dari Pagaralam, Curup dan Palembang," jelas Ridho.

Bahkan menurutnya, pemindahan pedagang pasar pagi ke Terminal Lingkar selama penerapan PSBB secara tidak langsung menjadi momen yang tepat untuk memulai rencana membangun pasar induk di wilayah tersebut. Sebab keberadaan pasar pagi yang dahulunya kerap menyebabkan kemacetan di Jalan Jendral Sudirman juga membuat pasar terlihat semrawut.

"Apalagi ini adalah kemauan dari pada pedagang. Agen-agen sayur pun tentunya akan lebib nyaman membongkar barang dagangannya di lokasi ini, karena lebih luas. Dan ini pun juga bertujuan untuk menghindari adanya pungli seperti yang telah dikeluhkan oleh beberapa pedagang," bebernya.

Sementara itu, Asisten 1 Kota Prabumulih, Drs Aris Priadi menambahkan, pemindahan pedagang pasar pagi khususnya pengepul dan agen ke Terminal Lingkar dilakukan sebagai langkah penerapan PSBB. Selama itu pula diharapkan para pedagang maupun pembeli untuk tetap mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran wabah virus corona atau covid-19.

Sejauh ini Pemkot Prabumulih telah menyiapkan sebanyak 82 lapak untuk para pengepul dan agen di Terminal Lingkar. Bahkan jika ada pedangang pengecer yang juga berkeinginan berjualan di lokasi tersebut pihaknya mengaku siap untuk melakukan penambahan lapak sesuai keinginan pedagang.

"Selama PSBB ini setiap kendaraan khususnya agen-agen sayur dan sembako yang akan masuk Prabumulih dialihkan ke Terminal Lingkar. Seluruh tim akan memantau para agen dan pengepul untuk tidak melakukan aktifitas di PTM. Semua harus mengikuti isntruksi ini tanpa kecuali," tandasnya. (LN 01)





Posting Komentar