Foto ilustrasi; Tim medis berpakaian APD lengkap melakukan penanganan terhadap pasien covid-19

AGAM, LapartaNews - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan bahwa orang tanpa gejala (OTG) positif corona virus disease 2019 (Covid-19) yang disebut sebagai seorang warga Padang Tarok, Kecamatan Baso sesungguhnya berstatus warga Payakumbuh.

"Berdasarkan kartu tanda penduduk yang dimiliki, beliau berstatus warga Payakumbuh berisial J (62) menetap di Agam," ujar Bupati Agam, Dr Indra Catri Dt Malako Nan Putiah, didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Agam, Khasman Zaini, Sabtu (2/5) di Posko GTP2 Covid-19 Agam, Lubuk Basung.

Dijelaskan, OTG tersebut tercatat berdomisili di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat. Namun, sejak ditinggal almarhumah istrinya, beberapa tahun belakangan sekitar 3 kali seminggu beliau pulang ke Padang Tarok dan menginap dirumah anaknya.

"OTG tersebut dinyatakan positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil swab yang diambil dan dikirim oleh Pemerintah Kota Payakumbuh ke labor Unand Padang," ujarnya lagi.

Keseharian OTG itu berjualan rokok,  membawa ojek, dan menjadi sopir di Kota Payakumbuh. "Yang bersangkutan pernah kontak dengan salah seorang pasien positif di Payakumbuh inisial HEM (pemilik toko sport) di Payakumbuh," katanya.

Berdasarkan hasil tracking dari HEM, salah satunya ditemukan nama J. Kemudian J diambil swabnya oleh jajaran Pemko Payakumbuh dan hasil labornya dinyatakan positif.

“Saat ini yang bersangkutan sudah dirawat di RSAM Bukittinggi bersama dua orang anaknya.  Sedangkan orang yang terkontak langsung lainnya dengan beliau sebanyak 4 orang  yakni kakak isteri, anak kakak istrinya, dan kakak laki-laki istrinya serta satu orang temannya  langsung di isolasi ditempat Karantina Badan Diklat Depdagri di Baso," ungkapnya.

Ia berharap, semuanya belum terpapar dan melakukan banyak kontak langsung dengan masyarakat disekitarnya.  "Kami berharap tentunya rantainya interaksinya di Agam belum terlalu panjang dan melebar," ungkapnya.

Dalam hal ini, Indra Catri mengakui bahwa pertahanan Agam menghadang corona berbasis nagari mulai jebol. Tidak tertutup kemungkinan diperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Melihat kondisi yang berkembang, Indra Catri meminta seluruh jajarannya untuk  segera serta terus melakukan monitoring, tracking terhadap pergerakan Junaidi dan keluarganya beberapa hari sebelumnya.

“Minotor dan tuntaskan proses trackingnya. Kita tak mau  kecolongan dan ambil resiko. Setelah itu kita akan ambil tindakan-tindakan penanganan dan  sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ancaman penyebaran virus corona itu sangat dahsyat, sangat nyata, sekaligus bisa dijadikan argumen untuk melanjutkan PSBB tahap II,” ulasnya. (AL)

Posting Komentar