Prabumulih, LapartaNews - Penggunaan alat rapid tes untuk pencegahan penularan virus corona disease (Covid-19) oleh Pemerintah Kota Prabumulih dianggap ampuh untuk mengurangi jumlah angka kasus covid-19.

Dengan menggunakan alat tersebut maka akan diketahui secara cepat apakah orang yang dilakukan rapid tes hasilnya positif atau negatif. Sehingga penularan virus dari orang yang positif covid-19 pun dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.

Bahkan langkah ini mendapat apresiasi dari Gubernur Sumsel H Herman Deru yang menyempatkan diri hadir ke Kota Prabumulih beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan kerjanya itu, orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini mengaku berjanji siap memberikan suport bantuan alat rapid test sebanyak 1000 unit untuk Pemerintah Kota Prabumulih.

Namun setelah Pemkot Prabumulih mengajukan bantuan 1000 alat rapid tes, Gubernur Sumsel hanya menyanggupi bantuan alat rapid tes sebanyak 500 unit. Bantuan tersebut kini telah diterima dan digunakan oleh Pemkot Prabumulih melalui Tim Satgas Covid-19 untuk melayani permintaan masyarakat yang ingin dilakukan rapid tes.

"Alhamdulillah bantuan alat rapid tes yang kita ajukan ke Gubernur Sumsel sudah kita terima. Ada 500 unit yang dibantu oleh gubernur dari 1000 unit yang kita ajukan," ujar Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, Selasa (02/06/2020) saat jumpa pers di aula rapat lantai satu Kantor Pemkot Prabumulih.

Menurut Ridho Yahya, Pemkot Prabumulih telah menganggarkan dana untuk pembelian alat rapid tes. Bahkan pembelian alat tersebut sudah dilakukan sebanyak dua kali.

"Sudah 3600 alat rapid tes yang kita beli, ditambah bantuan pertama dari gubernur sebanyak 8 uni dan kemudian ditambah lagi sebanyak 500 unit. Mengapa jumlahnya banyak, karena untuk rapid tes ini tidak cukup sekali saja, namun untuk satu orang itu rapid tes harus dilakukan dua atau sampai tiga kali agar lebih efisien. Kalau 500 alat rapid tes hanya cukup untuk 250 orang saja," katanya.

Selain dijanjikan bantuan alat rapid tes, Gubernur Sumsel juga siap memberikan bantuan sembako kepada Pemkot Prabumulih yang saat ini tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun setelah diusulkan untuk.pengajuan permohonan sembako hingga saat ini belum ada jawaban dari Gubernur Sumsel.

"Mudah-mudahan pengajuan ini segera ditanggapi oleh Pak Gubernur. Kita berharap bantuan sembako juga bisa didapat dari provinsi untuk masyarakat Kota Prabumulih," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Tedjo Happy menambahkan, saat ini jumlah alat rapid tes yang tersisa sekitar 168 unit. Jumlah ini akan terus berkurang, mengingat banyaknya permintaan masyarakat yang ingin dilakukan rapid tes covid-19.

"Untuk lebih efektifnya rapid tes ini dilakukan sebanyak dua kali atau bahkan lebih. Tidak cukup sekali saja, apalagi bagi mereka yang hasilnya positif covid-19 namun tidak memiliki gejala atau OTG," pungkasnya. (LN 01)

Posting Komentar