Pasar pagi di Terminal Lingkar Timur tetap beroperasi meskipun penerapan PSBB telah berakhir
Prabumulih, LapartaNews - Meskipun penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Prabumulih telah berkahir namun Pemerintah Kota Prabumulih tetap mengoperasikan pasar pagi di Terminal Type B Lingkar Timur. Hal ini dilakukan seiring belum adanya kepastian akan hilangnya pandemi wabah corona seperti yang telah disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Untuk itu penerapan protokol kesehatan seperti jaga jarak atau social distancing harus tetap dilaksanakan khususnya di tempat-tempat keramaian seperti pasar, tempat hiburan, mall, rumah ibadah, perkantoran serta tempat-tempat pelayanan umum lainnya.

Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menjelaskan, aktifitas jual beli di pasar pagi Terminal Lingkar Timur tetap berjalan seperti biasa. Menurutnya, jika pedagang di pasar pagi itu kembali pindah ke tempat semula yakni di Terminal Pasar Tradisional Modern (PTM) maka ia yakin permasalahan penyebaran virus corona akan tetap melanda masyarakat.

Sebab pasar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang yang tentunya untuk menerapkan social distancing akan lebih sulit dilakukan. Apalagi lokasi pasar pagi yang ada di Terminal PTM sangat sempit dan tidak mampu menampung pedagang yang jumlah mencapai ratusan lebih pedagang.

Bahkan pengunjung pasar pagi pun tidak hanya berasal dari Kota Prabumulih saja, melainkan juga berasal dari daerah kabupaten tetangga lainnya seperti Kabupaten Muara Enim dan Pali. Untuk itulah, ia tetap meminta dan menghimbau agar para pedagang di pasar pagi Terminal Lingkar Timur khususnya para agen dan pengepul untuk tetap melaksanakan aktifitas jual beli di wilayah tersebut.

"Kapasitas pasar pagi di Terminal PTM hanya mampu menampung sebanyak kurang lebih 200 pedagang. Itu saja sudah berdesak-desakan, belum lagi ditambah pengunjung atau pembeli yang berbelanja di pasar tersebut. Sedangkan jumlah pedagang mencapai 420. Tentunya mereka akan berdesak-desakan sehingga penerapan social distancing tidak akan berjalab sebagaimana mestinya," ujar Ridho Yahya dalam press release yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr Happy Tedjo dan Koordinator PSBB, Drs Mulyadi Musa MSi, Selasa (9/6/2020).

Masih kata Rido, ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari pemindahan pedagang tersebut ke Terminal Lingkar Timur. Diantaranya yakni penerapan protokol kesehatan bisa dijalankan dengan baik, karena lahan tempat berjualan luas sehingga jarak antara pedagang dapat diatur sesuai dengan protokol kesehatan. Selanjutnya adalah pemerataan peningakatan ekonomi masyarakat bisa berjalan sesuai dengan harapan yang selama ini hanya terfokus di pusat kota.

Selain itu sambung Ridho Yahya, dengan pemindahan pedagang pasar pagi ini tentunya juga menjadi suatu keberhasilan bagi Pemkot Prabumulih dalam menata pedagang yang selama ini menjadi kendala hampir 11 tahun lamanya.

"Tidak hanya itu masalah kemacetan di wilayah Jalan Jendral Sudirman tepatnya di sepanjang PTM yang selama ini menjadi atensi kita bisa terselesaikan. Bahkan dengan pemindahan ini para pedagang pun merasa nyaman dan aman dari aksi pungutan liar yang tentunya merugikan pedagang. Karena di lokasi ini kita menggratiskan sewa lapak dan parkir," jelasnya.

Sementara itu, Asisten 1 Kota Prabumulih, Drs Aris Priadi menambahkan, untuk mengantisipasi adanya para agen dan pengepul yang akan pindah secara diam-diam ke lokasi yang lama maka pihaknya tetap akan melakukan pemantauan penuh. Maka dari itu sebanyak lima posko yang sebelumnya digunakan sebagai pos chek poin selama PSBB tetap dioperasikan.

Ke lima posko utama itu diantaranya berada di Tugu Air Mancur, Tugu Nanas, Tugu Tani, Simpang Lima Talang Jimar dan posko di PTM Jalan Jendral Sudirman.

"Tujuannya agar bisa memantau kendaraan angkutan barang khususnya para agen untuk tidak melintas masuk ke dalam kota," ujar Aris.

Lebih lanjut Aris Priadi menuturkan, untuk meningkatkan daya beli di kawasan pasar pagi Terminal Lingkar Timur pihaknya tetap akan mengerahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berbelanja bersama. Tidak hanya OPD, giat belanja bersama ini juga turut diapresiasi oleh sejumlah pihak swasta, perusahaan serta organisasi dan elemen masyarakat lainnya.

"Dengan kegiatan ini kita harapkan pedagang dapat terbantu, khususnya para pengecer yang memilih berdagang di Terminal Lingkar Timur. Sesuai arahan Walikota Prabumulih kedepannya di lokasi nantinya juga akan dijadikan sebagai pasar induk seperti di Jakabaring Palembang. Sehingga barang dagangan yang dijual juga lebih lengkap untuk memudahkan pembeli dalam berbelanja kebutuhannya," pungkas Aris Priadi. (LN 01)


Posting Komentar