Agam, LapartaNews-Camat Matur, Kabupaten Agam, Edo Aipa Pratama mendampingi tim pengawas dan pemeriksaan kesehatan hewan qurban, melakukan pemeriksaan kesehatan ternak yang akan disembelih pada hari raya Idul Adha 1441 hijriyah mendatang Selasa, (28/7).
Camat menyebutkan, kegiatan ini dilakukan di pasar ternak dan tempat pengepul, sekaligus meninjau lokasi pemotongan hewan qurban disetiap nagari.
Dikesempatan ini, camat dan tim juga mensosialisasikan kepada pengurus masjid dan panitia qurban, agar saat penyelenggaraan penyembelihan tetap memperhatikan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan lainnya.
“Hal ini supaya tidak terjadi penyebaran Covid-19,” jelasnya.
Edo menjelaskan, di Kecamatan Matur diprediksi jumlah hewan qurban sebanyak 190 ekor sapi dan 8 ekor kambing, jumlah ini berkurang dibanding tahun lalu yang mencapai 200 ekor sapi lebih.
Menurutnya, berkurangnya jumlah hewan qurban tahun ini akibat merosotnya perekonomian masyarakat dampak pandemi Covid-19.
Salah seorang tim, drh. Taufiq Asmar mengatakan, pemeriksaan kesehatan ternak dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelayakan daging qurban yang akan dikonsumsi masyarakat.
Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, ulasnya, juga harus memperhatikan aspek kesehatan hewan, terutama daging hewan qurban harus memenuhi persyaratan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
“Kita menghimbau agar masyarakat tidak memotong ternak betina produktif yang akan dijadikan hewan qurban, baik sapi maupun kerbau,” tukasnya.
Larangan ini katanya, sudah diatur dalam UU Nomor 41 tahun 2014, tentang peternakan dan kesehatan hewan. (AL) 

Posting Komentar