Prabumulih, LapartaNews - Identitas kerangka manusia yang ditemukan oleh warga dalam semak-semak perkebunan pada Minggu 15 November 2020 akhirnya terungkap. Kerangka manusia itu adalah Zulpaidi (55) warga Jalan Anggrek Bungaran 5 RT 02 RW 03 Lingkungan 3 Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih.

Terungkapnya identitas kerangka manusia ini diketahui setelah pihak keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya mendatangi kantor polisi. Pihak keluarga yakin jika kerangka manusia itu adalah Zulpaidi dari pakaian yang dikenakannya. Kerangka Zulpaidi pun kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan.

Toni (35), yang merupakan keluarga Zulpaidi mengaku jika almarhum pertamakali dinyatakan hilang sejak Agustus 2018 yang lalu. Ia pergi meninggalkan rumah saat ada perlombaan gerak jalan di Kota Prabumulih.

"Almarhum mengalami gangguan jiwa, mungkin dia tidak tau jalan pulang sehingga tersasar sampai ke wilayah Cambai," ujarnya saat dibincangi media ini, Senin (16/11).

Lebih lanjut ia menuturkan, pihak keluarga sudah pasrah dengan keadaan almarhum yang ditemukan telah menjadi tengkorak. Padahal seluruh kerabat dan keluarga telah berusaha mencari almarhum namun tidak kunjung ditemukan.

"Enam bulan lamanya kita mencari, sehingga kami pun pasrah dengan apa yang telah menimpa dirinya. Kerangka almarhum sudah langsung kami kuburkan," jelasnya.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SIK SH MH melalui Kasatreskrim AKP Abdul Rahman SH saat dikonfirmasi membenarkan jika identitas kerangka manusia yang ditemukan oleh warga dalam semak-semak di wilayah Kecamatan Cambai telah diketahui.

Abdurahman mengatakan, pihak keluarga awalnya mendatangi Polsek Prabumulih Barat untuk mengecek apakah tengkorak yang ditemukan benar adalah Zulpaidi yang sudah dua tahun hilang.

“Keluarga korban lalu diarahkan ke Polsek Cambai dan RSUD Prabumulih untuk melihat tulang belulang korban dan baju serta sandal yang juga ditemukan di lokasi, setelah memeriksa tengkorak dan benda yang ditemukan seperti kasos bertuliskan”Belitong” dan sandal jepit warna pink, keluarga meyakini bahwa tulang belulang tersebut adalah keluarganya yang hilang bernama Zulpaidi bin Suparman,” jelas Abdurrahman. (LN 01)

Posting Komentar