Muba, LapartaNews - Atas komitmen Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin meningkatkan kapasitas pelayanan maupun fasilitas kesehatan, saat ini RSUD Sekayu telah menjadi rujukan regional Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu RSUD ini juga merupakan RSUD Kabupaten yang pertama di Sumsel yang memiliki Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk percepatan penanganan Covid-19.

Berdasarkan hal tersebut beberapa rumah sakit di Provinsi Sumsel tertarik untuk berkonsultasi dan mempelajari layanan-layanan yang ada di RSUD Sekayu. Salah satunya RS Umum Kayu Agung hari ini study banding ke RSUD Sekayu, Senin (14/12/2020).

Kunjungan Tim Manajemen RS Umum Kayu Agung ini diterima oleh Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba, MARS diwakili Wakil Direktur Umum dan Keuangan Ridati Murdiyanti SSI MARS.

“Hari ini kita mendapat kunjungan dari Salah satu Rumah Sakit di Sumatera Selatan yaitu RSU Kayu Agung dalam rangka study banding ke RSUD Sekayu, kita menyambut baik dan semoga kunjungan hari ini dapat memberikan manfaat bagi kita dan juga RSU Kayu Agung," ujar Ridati.

Ridati mengatakan RSUD Sekayu memiliki lima layanan unggulan yaitu Integrated heart care, Minimal invsif surgery, Hemodialisa, Chemoterapi, dan Medical check up. RSUD Sekayu telah mempunyai fasilitas gedung MCU tersendiri dan konsepnya one stop service, Pendapatan dari Pelayanan kesehatan kedepannya lebih berorientasi untuk pelayanan pasien sehat misalnya layanan Medical Check up, khususnya kerja sama dengan perusahaan-perusahaan.

"Untuk Perda retribusi khususnya pelayanan kesehatan RSUD Sekayu terakhir di tahun 2005, dikarenakan kita telah BLUD maka untuk tarif RSUD Sekayu cukup diatur oleh Peraturan Kepala Daerah," ungkapnya.

Lanjutnya Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu adalah salah satu dari rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, yang terhitung sejak tahun 2017 sudah kelas B, tetapi untuk pengukuhan dengan nomenklatur baru dan Perbup SOTK baru dilaksanakan pada tanggal 27 November 2020 berdasarkan Perbup No 83 tahun 2019, untuk OPD yang melaksanakan PPK BLUD terhitung dari Maret 2008 dengan jumlah tempat tidur 270, untuk SDM cukup besar lebih kurang 700 pegawai.

Dukungan Pemkab Muba dalam hal ini Bupati dan jajarannya untuk kemajuan RS sangat besar. Capaian terkini adalah RSUD Sekayu pertama kabupaten yang melakukan operasi jantung terbuka dan Operasi Bedah Syaraf.

"Kedepan RSUD Sekayu berencana akan menambah ruang rawat inap kelas 3 dan bangunan pelayanan penunjang medik dengan sumber pembiayaan pinjaman daerah bekerjasama dengan PT SMI," paparnya.

Sementara Direktur RSU Kayu Agung Ogan Komering Ilir Hj Asri Wijayanti Mkes mengatakan tujuannya study banding adalah untuk konsultasi layanan di RSUD SEKAYU antara lain, Layananan COVID-19, Pengelolaan dana BLUD, Pengelolaan Limbah Medis dan Layanan Pendidikan dan Pelatihan sebagai RS Jejaring Pendidikan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada RSUD Sekayu, telah memberikan kesempatan buat kami untuk konsulatasi pada beberapa layanan di RSUD Sekayu, kami kesini atas instruksi Pak Sekda untuk melihat langsung pelayanan RSUD Sekayu, terutama legalitas layanan rawat jalan yang kami lihat RSUD Sekayu memberikan layanan rawat jalan sampai sore," tandas Hj Asri Wijayanti. (ril/ags)

Posting Komentar