Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SIK SH MH saat diwawancari awak media terkait pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan



Prabumulih, LapartaNews - Trend kasus positif covid-19 di wilayah Kota Prabumulih belakangan ini kembali melonjak. Terhitung sejak 19 Januari 2020 jumlah kasus positif covid-19 terdapat sebanyak 588 kasus, jumlah ini terus bertambah menjadi 631 kasus sejak 27 Januari 2020.

Guna meminimalisir penyebaran jumlah kasus positif covid-19 Polres Prabumulih akan kembali menggalakkan sosialisasi pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat. Untuk itu persamaan persepsi antara TNI, Polri dan Pemkot Prabumulih harus benar-benar sinkron dalam memerangi penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

Kpolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIK SH MH saat dikonfirmasi mengatakan, meningkatkan disiplin terhadap masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan adalah hal utama dalam mengurangi kasus penyebaran covid-19 di Kota Prabumulih. Apalagi menurutnya Prabumulih sebelumnya telah berhasil menerapkan hal tersebut setelah Prabumulih dinyatakan sebagai wilayah zona merah di wilayah Sumatera Selatan.

"Yang pastinya kita akan terus menggalakkan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Jangan sampai kita terlena karena jumlah penyebaran kasus positif covid-19 di Kota Prabumulih saat ini terus meningkat. Sedangkan untuk kasus sembuh relatif menurun," ujar Kapolres Prabumulih kepada awak media, Rabu (27/01/2020).

Lebih lanjut AKBP Siswandi menjelaskan, selain meningkatkan disiplin protokol kesehatan pihaknya juga akan mengaktifkan kembali posko covid-19 yang tersebar di tingkat RT, kelurahan dan kecamatan. Dengan demikian pengaktifan posko covid-19 ini diharapkan bisa menekan jumlah penyebaran di wilayah Kota Prabumulih.

"Ini perlu dilakukan, dengan adanya petugas yang ditempatkan di posko akan memudahkan petugas dalam melakukan pemantauan jika sewaktu-waktu ada yang terjangkit gejala covid-19 di suatu wilayah. Dengan demikian proses tracking juga lebih gampang dilakukan dalam menekan jumlah penyebarannya," imbuhnya.

Masih kata Kapolres Prabumulih, meningkatnya jumlah kasus positif covid-19 disebabkan kurang sinkronnya jumlah data yang diperoleh dari puskesmas dan rumah sakit yang kemudian disampaikan ke Dinas Kesehatan hingga ke Provinsi Sumsel. Sebab pasien yang baru dinyatakan memiliki gejala covid-19 dimasukkan dalam klasifikasi pasien positif covid-19. Sehingga angka kasus positif covid-19 terlihat meningkat secara signifikan.

"Maka dari itu kita juga akan mensinkronkan kembali data pasien yang benar-benar positif dengan yang tidak. Kasihan mereka yang awalnya hanya demam biasa tiba-tiba dimasukkan dalam klasifikasi pasien positif. Setelah diuji lab ternyata hasilnya negatif. Untuk itu pendataan ini harus benar-benar akurat sesuai klasifikasinya," pungkas Siswandi. (LN 01)



 

Posting Komentar