Lahat, LapartaNews – Terlihat kepulan asap hitam akibat pembakaran ban mobil bekas yang dikerumuni oleh pendemo, tepatnya di depan gerbang pintu masuk halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat, Kamis (4/1/2021).

Informasi dihimpun, pendemo dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lahat (Gemapela) menuntut Kejari Lahat untuk segera selesaikan permasalahan yang tak kunjung selesai. Terkait kasus Dugaan KKN Eks Direktur PDAM Tirta Lematang.

Namun, selang waktu berlangsungnya aksi para pendemo itu dibubarkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lahat. Sayangnya, saat pembubaran di lokasi belum ada sumber yang dipercaya bisa dimintai keterangan.

Sementara Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK ketika dihubungi via ponselnya menjelaskan aksi itu dibubarkan oleh Kasat Shabara adalah aksi tanpa pemberitahuan dari Gemapela dan telah menganggu kepentingan dan ketertiban serta fasilitas umum.

"Aksi membakar ban bekas di depan kantor Kejari itu sangat menggangu kepentingan dan pelayanan umum, khususnya masyarakat yang sedang berurusan dengan pihak Kejari Lahat serta para pendemo melanggar Protokol Kesehatan Covid-19," tambahnya.

Diterangkan Kapolres, Surat Pemberitahuan aksi hari ini adalah dari Forum Masyarakat Gunung Kerto (FMGK) bernomor 35/FMGK/02/2021 dengan perihal pemberitahuan aksi, sedangkan Gemapela tidak ada.

Massa yang melakukan aksi unjuk rasa (unras) dipimpin oleh Kordinator Lapangan Iskandar Dinata dengan jumlah massa lebih kurang 20 orang dan di kawal langsung oleh personel Polres Lahat.

“Sangat disayangkan Penyampaian aspirasi oleh FMGK yang awalnya kondisi aman dan terkendali menjadi panas dikarenakan adanya aksi dari Gemapela yang sebelumnya tidak memberi pemberitahuan untuk melaksanakan unras di depan Kantor Kejaksaan Lahat,” terangnya.

Lebih jauh dikatakan Kapolres, dikarenakan kegiatannya tersebut beberapa oknum Gemapela diamankan oleh Sat Sabhara dan dibawa langsung ke Makopolres Lahat untuk di mintai keterangan. (Ril)

Posting Komentar