Sekayu, LapartaNews - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus berpacu bergerak cepat dalam menyelenggarakan Satu Data Muba secara terintegrasi.

Menindaklanjuti hal tersebut Pemkab Muba melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Muba menggelar Rapat Koordinasi Forum Satu Data bersama beberapa perangkat daerah terkait di Aula Bappeda Muba, Selasa (6/4/21).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Muba Drs Iskandar Syahrianto diwakili Kepala Bidang Litbang Eko Oktavian ,SE, MSi.

Eko Oktavian mengatakan rakor dilakukan mengacu pada Perpres No.39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia (SDI) dan Peraturan Bupati Muba No. 90 Tahun 2020 tentang Satu Data Indonesia Tingkat Kabupaten, mengamanatkan untuk Percepatan implementasi SDI Kabupaten Muba.

"Yang menetapkan penegasan tupoksi, kelembagaan forum SDI, penetapan data prioritas di 9 (sembilan) perangkat daerah dan Penyampaian bisnis proses/SOP alur permintaan data hingga publikasi," ungkapnya.

Dalam kesempatan kesempatan yang sama Kepala Badan Pusat Statistik Muba Sunita SE MSi yang diwakili Heri Sigit menyampaikan bahwa walidata dan wali data pendukung harus memastikan data yang diperoleh oleh produsen data berkualitas.

"Atau sesuai standar, metadata baku dari pembina data, serta dihasilkan menggunakan kode referensi data dan data induk selanjutnya dapat dimanfaatkan sersama (interoperabilitas)," ujar Heri yang juga menyampaikan paparan tentang tata kelola SDI.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba Heryandi Sinulingga AP melalui Kepala Bidang Statistik Sektoral Irma Santi Dewi ST menuturkan mekanisme dan teknik tentang pembinaan walidata, dimana Pemkab Muba sudah mempunyai penyimpanan data yang terintegrasi dengan sumber data pada aplikasi atau frimework satu data di Dinas Kominfo.

"Penyimpanan data terintegrasi ini diisi bersama perangkat daerah lain untuk melengkapi input data tersebut," pungkas Irma.

Kegiatan itu mendatangkan narasumber milenial yakni Wilda Bahana, S.Si., M.Si. dari Universitas Pakuan Bogor, dan Gery Utama dari Universitas Sriwijaya Palembang.

Adapun kesimpulan dari Rakor Forum Satu Data ini, peserta komitmen untuk berbagi peran sesuai sektoral masing-masing yang nantinya berperan aktif dalam pengumpulan, pengolahan dan identifikasi data terpilah secara terpadu sebagai bahan informasi dan pengambilan keputusan untuk pelaksanaan pembangunan Kabupaten Muba. (ril/ags)

Posting Komentar