Subscribe Us

Lupa Masukkan Baju, Kepsek Tendang Siswa Di Bawah Umur


#Kata Maaf Belum Terucap

Muba, LapartaNews - Seorang siswa kelas IX SMAN I  Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, bernama AH (inisial) mengalami sakit dan trauma setelah ditendang dua kali oleh kepala sekolahnya, Drs. Darmansyah (56).

Kejadian ini terjadi hari Senin, 24/01/'22 pada saat jam istirahat sekolah (09.30-09.45), AH dan teman-temannya sedang bermain di halaman depan sekolah, tanpa disadarinya sebagian ujung bajunya yang seharusnya masuk didalam celana keluar sehingga nampak tidak rapi, naasnya pada saat itu Darmansyah yang baru saja datang dari Kota Palembang melihatnya, memanggil AH, "Sini kamu!" bentaknya, setelah mendekat tanpa banyak bicara Darmansyah langsung saja menendang AH di bagian pinggang sebelah kanan sebanyak dua kali. "Sudah berapa kali bapak bilang baju kalian harus dimasukkan !" serunya sambil bergegas masuk ke dalam kantor.

Akibat kejadian tersebut AH pun kesakitan sehingga tidak masuk sekolah dua hari. Mendengar kabar AH tidak masuk sekolah, Arianto  seorang kepala desa di Kecamatan Sungai Keruh, yang merupakan kerabat dari AH, merasa prihatin sekaligus keberatan atas perlakuan sang kepala sekolah kepada keponakannya tersebut, tanpa mengulur waktu terlalu lama dia bersama AH dan orang tua, serta salah seorang kerabatnya yang lain mendatangi Sekolah tempat AH belajar guna meminta klarifikasi serta permintaan maaf dari Darmansyah selaku pelaku kekerasan terhadap anak di bawah umur dan sekaligus selaku kepala sekolah tempat AH sang keponakan belajar.

Dalam pertemuan antara pihak SMAN 1 Sungai Keruh  (sekarang  UPT SMA 11 Musi Banyuasin) dengan pihak AH dan keluarga, Rabu 26/01/'22 pagi itu Darmansyah tidak mengakui dirinya telah menendang AH dua hari sebelumnya.

"Begini bapak-bapak yang saya hormati, sudah terlalu sering saya memperingatkan para siswa agar memasukkan bagian bawah baju ke dalam celana bagi siswa laki-laki, dan ke dalam rok bagi siswa perempuan sesuai dengan peraturan yang berlaku selama mereka ada di area sekolah, rasanya sudah ratusan kali saya mengatakan. Perlu diketahui, saya orangnya tidak boleh marah, sebab kalau saya marah penyakit saya (darah tinggi-pen) akan kambuh. Saya juga tidak menendang dia karena kalau saya tendang dia pasti jatuh,  saya hanya mengoleskan tapak sepatu saya di pinggangnya" katanya sambil mengangkat kaki kanan memperagakan tindakannya terhadap AH.

Menanggapi itu Arianto berharap agar Darmansyah tidak berlebihan dalam memberi sanksi kepada AH sebagai anak didiknya.

"Silahkan memberikan sanksi apabila anak kami bersalah tapi jangan ditendang, masih ada hukuman yang lebih pantas misalnya disuruh push-up, atau berlari mengitari sekolah, atau menyapu kelas, dan lain-lain, apalagi anak kami masih di bawah umur. Kami berharap kedepannya hal ini tidak terjadi lagi" ujarnya sambil menahan emosi.

Menengahi perselisihan tersebut, salah seorang tenaga pendidik yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, "Menurut saya sebaiknya antara AH dan pak kepala sekolah saling memaafkan dan meminta maaf satu sama lain, dimulai dari AH minta maaf kepada kepala Sekolah, karena sebagai manusia kita semua pasti tidak luput dari kekhilafan dan kesalahan" ucapnya memberi saran.

Merespon pernyataan itu AH pun langsung berdiri menghampiri sang Kepala Sekolah-Darmansyah, mengulurkan tangan kanannya serta mengucapkan permintaan maaf, dan Darmansyah pun menyambut uluran tangan AH sambil berkata: "Iya jangan diulangi lagi perbuatan itu ya" Namun demikian dari bibirnya tidak terucap permintaan maaf. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar