Prabumulih, Laparta News - Diduga dikerjakan asal-asalan, sebuah proyek pembangunan drainase yang berada Perumnas IV, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur mendadak ambruk. Padahal proyek bangunan drainase tersebut baru selesai Desember 2017 lalu. Ambruknya drainase yang dibangun menggunakan dana APBD 2017 senilai Rp731 juta ini diduga terjadi lantaran tidak adanya pondasi penahan dinding drainase.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ambruknya dinding drainase diperkirakan sepanjang kurang lebih 2 meter. Bahkan sejumlah titik juga ditemukan banyak terdapat keretakan yang dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Tentunya hal ini sangat disayangkan oleh warga setempat. Pasalnya keberadaan drainase yang sengaja dibangun itu bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

"Kalau baru dibangun sudah hancur bagaimana mau menahan arus air ketika hujan deras. Apalagi wilayah ini rawan banjir, makanya dibangun drainase untuk aliran air. Tapi bangunannya malah terkesan asal-asalan. Jangan sampai pihak kontraktor hanya memikirkan keuntungan saja," ujar Heru (39) saat dibincangi wartawan, Jumat (19/1).

Terpisah, Choky pihak kontraktor PT Wisnu Jaya Abadi sebagai pelaksana proyek tersebut mengaku tidak mengetahui adanya titik drainase yang ambruk. Hanya saja ia mengaku bakal melakukan perbaikan terhadap kerusakan tersebut.

"Karena masih tahap pemeliharaan makanya akan cepat kita perbaiki.  Besok akan kita lakukan perbaikan dimana saja yang mengalami retak-retak akan ditampal," terangnya.

Disinggung apakah kualitas pekerjaan tidak sesuai RAB.  Coky membantahnya dan mengatakan pembangunannya telah sesuai dengan RAB.

"Pasti sesuai RAB lah.  Mungkin waktu ambruk karena aliran air lagi deras. Yang ambruk itu tidak panjang," ungkapnya. (LN 01)

Posting Komentar