Palembang, Laparta News - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel (Cagub-Cawagub) Herman Deru dan Mawardi Yahya mulai diterpa isu tidak sedap. Isu tidak sedap diarahkan oleh lawan politik kepada Cawagub Mawardi Yahya yang diduga telah memalsukan ijazah.

Menurut Ardiansyah Chaniago, adanya aksi-aksi segelintir orang yang mempersoalkan dan memfitnah MY menggunakan ijazah palsu hanya bertujuan untuk membangun opini buruk di tengah masyarakat Sumsel menjelang Pilgub yang tinggal enam bulan lagi.  Sebab dari aspek legalitas persoalan ijazah tersebut sudah selesai dan tidak dapat diganggu gugat.

“Pak Mawardi Yahya pernah menjadi Ketua DPRD OKI dan dua peride menjadi Bupati Ogan Ilir, jadi tidak mungkin menggunakan ijazah palsu. Sebab dalam proses seleksinya sudah melalui penelitian yang ketat oleh KPU,‘’ ujar Koordinator Forum Sekolah Demokrasi Sumsel ini.

Munculnya isu ijazah palsu tersebut oleh lawan politik, kata Ardiansyah, merupakan cara berpolitik yang buruk dan sangat tidak mendidik masyarakat. Semestinya perhelatan Pilkada adalah ajang festival gagasan dan adu program, sehingga masyarakat mendapatkan pilihan calon pemimpin yang terbaik untuk membangun Sumsel.

“Saya yakin masyarakat Sumsel sudah makin cerdas dan tidak termakan isu-isu dan kampanye hitam yang sengaja dihembuskan menjelang Pilkada,’’ tegasnya.

Menurutnya, serangan kampanye terhadap pasangan HDMY tersebut juga bertujuan menggerus elektabilitas (keterpilihan) paslon yang didukung Partai Nasdem, PAN dan Hanura tersebut. Mengingat dari berbagai hasil survey, pasangan dengan tagline Bersatu Sumsel Maju tersebut selalu berada di posisi teratas.

Dihubungi secara terpisah, bacawagub H. Mawardi Yahya menilai fitnah terkait ijasah palsu kepada dirinya merupakan bentuk kampanye hitam yang sengaja dihembuskan oleh lawan politik.

"Ini adalah bentuk pembunuhan karakter. Kalau mau tahu tentang ijasah saya , silahkan ditanyakan ke Diknas Sumsel,” katanya.

Mawardi menambahkan, dirinya pernah dua kali menjadi Ketua DPRD OKI, dua kali menjadi Bupati Ogan Ilir dan ijasahnya selalu diverifikasi oleh Diknas Sumsel dan dinyatakan tidak ada masalah.

"Masyarakat Sumsel tidak bisa dibodohi lagi karena masyarakat Sumsel sudah cerdas, biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,”  tegas tokoh Pemekaran Kabupaten Ogan Ilir ini. (LN 01)

Posting Komentar