Walikota Prabumulih didampingi GM Pertamina lakukan peninjauan Mueseum Migas 3D

# Terbesar dan Pertama di Indonesia

Prabumulih, Laparta News - Masih kurangnya sarana hiburan di Kota Prabumulih ternyata menjadi perhatian oleh pihak PT Pertamina EP Asset II. Untuk memenuhi hal tersebut dibangunkan museum dengan tema tiga dimensi (3D) sebagai tempat hiburan sekaligus wadah edukasi bagi masyarakat.

Museum yang berada di Komplek Pertamina EP Asset II ini dirancang khusus dengan tema minyak dan gas (Migas). Selain dipenuhi lukisan tiga dimensi, museum yang dibangun di atas lahan 4000 meter persegi ini juga dilengkapi dengan fasilitas hiburan lainnya seperti learning centre, cafe, pasar terapung, jembatan gantung dan arena outbond.

Kehadiran museum migas tiga dimensi ini diharapkan bisa memberikan hiburan bagi masyarakat khususnya Kota Prabumulih dalam menikmati liburannya. Bahkan, museum ini disebut-sebut sebagai museum migas pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dibangun dibawah kepemimpinan General Manager Pertamina EP Asset II, Ekariza.

Ekariza menjelaskan, dibangunnya museum migas tersebut selaras dengan icon Kota Prabumulih sebagai daerah penghasil minyak dan gas. Bahkan Prabumulih merupakan kota percontohan gas rumah tangga di Indonesia.

"Ide ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Alhamdulillah pembangunannya sudah dimulai dan hampir selesai. Sudah mencapai 75 persen dengan dana mencapai Rp3 Miliar. Diperkirakan pengerjaan museum ini akan selesai akhir Februari nanti dan dibuka untuk umum," ujar Eka kepada wartawan usai melakukan peninjauan bersama Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, Selasa (23/1).

Pria berdarah Minang ini berharap keberadaan museum migas 3D ini bisa menjadi salah satu destinasi tempat berlibur bagi masyarakat. Pengunjung akan diberikan penjelasan terkait proses pengolahan minyak dan gas.

"Desainnya sengaja kita rancang khusus tiga dimensi, beda dengan museum pada umumnya. Para pengunjung dapat berfoto atau selfie di atas gambar tiga dimensi yang bentuknya seperti nyata," jelasnya.

Sementara itu, Ridho Yahya mengaku sangat kagum dan takjub dengan  fasilitas dan desain 3D yang diaplikasikan di bangunan museum migas tersebut.

"Ini adalah bentuk apresiasi dan kepedulian dari pihak Pertamina. Apalagi museum ini satu-satunya di Indonesia. Tentunya kita perlu berbangga hati, selain masyarakat Prabumulih museum ini juga bisa dikunjungi oleh pengunjung dari daerah lain di Indonesia," pungkasnya. (LN 01)

Posting Komentar