Pasangan HD-MY usai ditetapkan sebagai paslon cagun oleh KPU Sumsel


Palembang, Laparta News - Pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) resmi ditetapkan menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2018-2023 oleh KPU Sumsel, Senin (12/2). Awalnya pasangan ini digadang-gadangkan tidak akan lolos dalam penetapan pasangan cagub dan cawagub. Pasalnya, dari empat pasangan yang maju dalam pencalonan pilgub hanya pasangan HD-MY lah yang bukan ketua partai politik, sedangkan seperti 3 paslon lainnya semuanya pimpinan parpol.

Selain itu, sejak awal ada indikasi yang sangat kuat bahwa lawan-lawan politik tidak menghendaki dan berusaha menjegal pasangan HDMY agar tidak bertarung dalam Pilgub Sumsel 2018. Meskipun demikian, pasangan ini berhasil lolos mengingat elektabilitas HD-MY terus meroket di mata masyarakat Sumsel.

Pengamat politik Sumsel, Ardiansyah Chaniago mengatakan, publik Sumsel dapat mengikuti pemberitaan betapa perjalanan politik pasangan HDMY untuk resmi menjadi paslon dalam  Pilgub Sumsel 2018 ini sangat berat dan berliku.

“Publik melihat memang ada pihak-pihak tertentu yang ingin menjegal pasangan HDMY. Hal itu memang sah-sah saja dalam politik. Namun akhrnya terjawab sudah bahwa pasangan HDMY bukanlah pasangan yang mudah ditaklukan. Pasangan HDMY memang bukan ketua parpol, namun mereka sangat mengerti cara bermain politik,’’ ujar Ardiansyah.

Ardiansyah menuturkan, ungkapan nelayan tangguh tak lahir di laut yang tenang tampaknya tepat untuk menggambarkan perjalanan politik yang dijalan HD-MY. Akan tetapi, sejarah politik yang dilakoni kedua pasangan ini telah dibuktikan dengan sama-sama menjabat sebagai kepala daerah. Berbagai prestasi dan penghargaan telah diraih semasa menjadi bupati.

"Keduanya sama-sama kuat, dan juga memiliki track record dalam hal memimpin daerah. Jadi tidak diragukan lagi kolaborasi keduanya akan memberi warna tersendiri dalam pesta demokrasi pilgub nanti. Tinggal masyarakat yang akan menentukan pilihannya," bebernya.

Sementar itu, Herman Deru yang ditemui wartawan usai penetapan resmi oleh KPU, mengaku lega dengan telah resmi ditetapkannya pasangan HDMY dalam Pilgub Sumsel. Menurut mantan Bupati OKUT dua periode ini, proses pencalonan dirinya dengan Mawardi Yahya cukup banyak halangan dan rintangan, mulai dari permasalahan partai pengusung , khususnya Hanura sampai adanya upaya penjegalan melalui fitnah ijazah palsu.

“Alhamdulillah, tahap awal sudah kita lalui dengan penetapan calon. Mudah-mudahan ini langkah awal yang baik bagi kita untuk bisa menjadikan Sumsel lebih baik lagi,” ungkapnya.

HD mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Partai Amanat Nasional (PAN), Nasdem dan Partai Hanura yang telah mengusung dan mendukung pasangan HDMY. Kepercayaan tersebut akan mereka junjung tinggi dan sekaligus mengajak 3 parpol, ditambah PKPI dan Partai Republik beserta seluruh tim pemenangan, keluarga dan relawan bersama masyarakat untuk berjuang merebut kemenangan dalam Pilgub Sumsel 27 Juni 2018 mendatang.

“Insyaa Allah jika kita kompak dan bersatu, kemenangan akan dapat kita raih. Rangkul semua masyarakat dan sampaikan program-program HDMY untuk mewujudkan Sumsel yang pembangunannya lebih merata , lebih sejahtera dan lebih adil,’’ tegas HD.

Rasa syukur juga diucapkan Cawagub H. Mawardi Yahya. Menurutnya, proses pencalonan tersebut tidak dilalui dengan mudah hingga ditetapkan sebagai pasangan calon untuk ikut pada Pilgub Sumsel.

“Ya, sama halnya dengan Pak Deru, saya juga sangat bersyukur atas keputusan KPUD Sumsel," ujar mantan Bupati Ogan Ilir dua periode ini. (LN 01)

Posting Komentar