Sekretaris Umum Aliansi Masyarakat Kotak Kosong, Drs Iskandar Junaidi berikan mengomentari pertanyaan wartawan


Prabumulih, Laparta News - Merosotnya nilai demokrasi dalam kancah Pilkada 2018 di Kota Prabumulih membuat sejumlah elemen masyarakat merasa tidak puas. Pasalnya, dari sejumlah nama yang sebelumnya sempat mendaftarkan diri untuk maju dalam pertarungan pemilihan walikota dan wakil walikota Prabumulih hanya terdapat satu pasangan tunggal yang lolos dalam persyaratan. Pasangan tersebut tidak lain adalah petahana Ir H Ridho Yahya MM yang berpasangan dengan H Andriansyah Fikri SH.

Bahkan pasangan tunggal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih ini telah diusung oleh seluruh partai politik di Kota Prabumulih. Setidaknya terdapat sebanyak 13 parpol yang mengusung untuk memajukan Ridho-Fikri menjadi paslon dalam pilkada 2018.

Nah, guna mewakili suara kotak kosong yang tidak puas dengan keadaan tersebut, gabungan tiga gerakan masyarakat yakni Gerakan Pilihan Ku Kotak Kosong Kota Prabumulih, Serikat Pekerja Sektor Informal (SPINDO) Kota Prabumulih dan LSM Gerakan Masyarakat Prabumulih Untuk Perubahan (LSM Gempur) Kota Prabumulih membentuk Aliansi Masyarakat Kotak Kosong.

Tentunya keberadaan Aliansi Maysarakat Kotak Kosong ini akan memberi warna tersendiri dalam pesta demokrasi Pilkada 2018. Bahkan, disinyalir kehadiran aliansi ini juga akan mempengaruhi elektabilitas paslon petahana Ridho-Fikri di hati masyarakat. Sebab, aliansi ini mengaku siap untuk mengawal suara kotak kosong dan mesosialisasikan pilih kotak kosong kepada masyarakat Kota Prabumulih.

Sekretaris Umum Aliansi Masyarakat Kotak Kosong, Drs Iskandar Junaidi, mengatakan, merosotnya nilai demokrasi di Kota Prabumulih terlihat dengan diborongnya seluruh partai politik oleh petahana sebagai calon tunggal dalam pilkada 2018. Hal ini dianggap sebagai bentuk kegagalan bagi partai politik dalam mencari figur putra daerah untuk di jadikan sebagai pemimpin di daerahnya sendiri.

"Dengan itu, sebagian masyarakat yang merasa ketidak puasan membuat sebuah gerakan dalam melawan petahana. Kehadiran aliansi ini bukan untuk memperkeruh keadaan, namun kami ingin suara kotak kosong ini diakui. Karena tidak semua masyarakat setuju dan suka dengan pasangan petahana. Untuk itu kami hadir mewakili suara kotak kosong," ujar Iskandar kepada wartawan usai menggelar konferensi pers di aula Kayla Resto, Kota Prabumulih, Jumat (2/03).

Lebih lanjut Iskandar menuturkan, dengan bermodalkan swadaya masyarakat dan tanpa donatur, pihaknya akan berusaha mematahkan mitos yang ada di kalangan politik bahwa kekuasan bukan milik sebagian orang-orang besar. Akan tetapi kekuasan rakyat adalah kekuasan yang absolut dengan keyakinan yang kuat terbentuklah sebuah aliansi yang di namakan dengan Aliansi Masyarakat Kotak Kosong. Menurutnya gerakan aliansi kotak kosong tersebut merupakan salah satu gebrakan untuk memulihkan tatanan demokrasi yang mati akibat indikasi lobi-lobi politik. Bahkan lobi-lobi terkesan dinikmati oleh para Elit Politik tanpa memikirkan keinginan masyarakat.

"Para pelopor yang tergabung dalam aliansi masyarakat kotak kosong akan mulai melakukan manuver deklarasi dan sosialisasi coblos kotak kosong pada Pilkada 2018 di Kota Prabumulih," katanya.

Dirinya menegaskan, Jika kotak kosong dapat memenangkan pilkada pada 27 juni mendatang. Para tokoh-tokoh Politik Prabumulih dapat menyusun strategi dan pengkaderan untuk maju dalam pilkada ulang nantinya.

"Untuk menang itu memang sulit, namun setidaknya kami telah berbuat untuk mewakili perasaan masyarakat yang pro dengan kotak kosong. Jika kotak kosong menang, tentunya dapat memberikan waktu kepada tokoh partai politik untuk menyiapkan kadernya supaya bisa maju dalam pilkada ulang. Kami akan senang jika ada tokoh unggulan Prabumulih yang akan maju," bebernya. (LN 01)

Posting Komentar