Anggota Satreskrim Polres Prabumulih olah tempat kejadian perkara (TKP)

# Dua Unit Ruko Digasak Dalam Semalam

Prabumulih, Laparta News - Aksi pelaku perampokan di wilayah hukum Polres Prabumulih kembali terjadi. Kali ini, dua unit ruko menjadi korban sasaran kawanan rampok yang diduga spesialis pembobol ruko.

Kedua toko yang menjadi korban yakni, toko Eiger yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur dan toko Service Centre handpone Oppo. Aksi kawanan rampok bersenpi ini masuk dengan cara merusak rolling door ruko dan memecahkan pintu kaca ruko.

Dalam aksinya ini, para pelaku yang beraksi menggunakan mobil jenis minibus ini berhasil membawa kabur sejumlah barang dagangan di toko Eiger berupa sepatu, baju, tas dan barang lainnya. Sementara itu, dari toko Service Centre Oppo, kawanan pelaku ini hanya berhasil menggasak satu unit HP jenis Oppo milik konsumen yang di service di toko tersebut.

Peristiwa perampokan ini sendiri terjadi pada Senin dini hari (12/03) sekitar pukul 03.00 wib. Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut oleh Mapolres Prabumulih.

Informasi yang dihimpun, aksi kawanan rampok ini berhasil diketahui saat salah satu anggota Buru Sergap (Buser) Polres Prabumulih melakukan patroli rutin di sepanjang Jalan Jendral Sudirman. Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di depan toko Eiger petugas melihat sebuah mobil minibus tengah terparkir di depan pintu ruko.

Merasa curiga, petugas yang kebetulan kenal dengan pemilik ruko mencoba menghubungi korban. Sayangnya, korban saat itu sedang berada di luar kota. Kecurigaan petugas makin bertambah saat melihat salah satu pelaku tengah berusaha memindahkan sejumlah barang ke dalam mobil.

Petugas ini pun mencoba meminta bantuan kepada warga untuk menggerebek kawanan perampok. Sayangnya, saat hendak dilakukan pengepungan para pelaku sudah kabur meninggalkan tempat kejadian.

Namun, tidak lama kemudian, petugas tersebut mendapatkan laporan jika pelaku yang sama tengah berusaha membongkar toko Service Centre Oppo yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Berdasarkan laporan tersebut petugas pun langsung menuju lokasi untuk meringkus kawanan rampok.

Benar saja, saat tiba di lokasi petugas kembali melihat mobil dengan jenis yang sama tengah terparkir di depan toko. Tak ingin membuang-buang waktu, petugas langsung melepaskan tembakan peringatan untuk menakuti para pelaku.

Karuan saja, bukannya menyerah salah satu pelaku malah membalas tembakan tersebut ke arah petugas. Bak laga di film action, aksi tembak antara pelaku dengan polisi pun terdengar hingga beberapa kali. Pelaku pun berhasil kabur melairkan diri menggunakan mobil ke arah Muara Enim.

"Saya dapat kabar dari Pak Suripto (anggota Polres Prabumulih), kalau toko keponakan saya dibobol maling. Setelah saya cek ternyata memang benar. Kondisi toko berantakan, pelaku masuk dengan cara merusak pintu dan memecahkan pintu kaca. Berapa jumlah kerugian saya kurang tahu, karena keponakan saya sedang berada di Jakarta saat kejadian," ujar Syamsul kepada wartawan.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi pada toko Service Centre Oppo, pelaku masuk dengan merusak rolling door dan memecahkan pintu kaca. Pelaku tidak sempat berbuat banyak saat menggasak barang berharga di dalam toko tersebut lantaran aksinya dicegat petugas.

"Pelaku hanya mengambil satu unit HP milik pelanggan yang sedang diservice. Memang disini kita tidak menjual handphone, hanya melayani service saja. Untungnya pelaku tidak sempat membawa sejumlah peralatan komputer dan alat service HP," terang Widiya, pegawai Service Centre Oppo.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasatreskrim AKP Eryadi Yuswanto SH saat dikonfirmasi terkait aksi perampokan tersebut mengaku jika pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan terkait kasus tersebut. Guna pengembangan lebih lanjut, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kasusnya sedang kita tangani, sejumlah anggota sudah kita sebar untuk memburu para pelaku. Untuk jumlah kerugian atas kejadian ini masih menunggu laporan dari korban secara resmi," tandasnya. (LN 01)














Posting Komentar