Sejumlah peserta muserenbang tampak asik ngobrol dan main ponsel saat pembicara menyampaikan materi diacara tersebut

Prabumulih,  Laparta News - PJS  Walikota Prabumulih H Richard Cahyadi AP MSI mendadak marah saat menyampaikan pidatonya diacara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Kota Prabumulih 2018, Kamis (29/03), di aula Hotel Grand Nikita.

Richard marah lantaran peserta Musrenbangda yang terdiri dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa dan kepala sekolah sibuk ngobrol dan bermain ponsel. Khususnya para peserta yang duduk dibarisan belakang.

Sontak saja, suasana dalam gedung aula tersebut mendadak hening. Bahkan sejumlah peserta yang hadir tampak diam dan menundukkan kepala saat Richard mulai meninggikan nada suaranya.

"Saya perhatikan dari awal kebanyakan peserta kurang serius menyimak apa yang disampaikan pembicara. Yang dibelakang asik ngobrol,  sulit mendengarkan antara suara yang di depan dengan yang dibelakang. Apakah ini cara anda menghargai orang yang berbicara. Apa yang disampaikan pembicara harusnya diserap dengan baik, bukan malah asik dengan diri sendiri," tegas Richard.

Richard mengaku, ia yang duduk di bagian depan bersama dengan para undangan unsur muspida berusaha untuk menyimak materi yang disampaikan pembicara di depan. Padahal materi yang disampaikan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumsel tentang arah kebijakan pembangunan daerah harusnya disimak dan dijadikan sebagai bahan dalam merubah tatanan program kerja yang selama ini dianggap belum maksimal.

"Jika peserta OPD tidak menyimak materi yang disampaikan pembicara bagaimana bisa mau menyingkronkan program kerja dengan apa yang disampaikan oleh pembicara. Kami yang berada di depan pun merasa terganggu oleh suara obrolan yang di belakang," ungkapnya.

Tidak hanya geram dengan ulah peserta, Richard juga sempat menyindir OPD,  camat, lurah dan kepala desa untuk menyampaikan rencana program kerja berdasarkan kepentingan pribadi. Namun harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Tampung aspirasi masyarakat, apa yang diinginkan masyarakat dan pilah mana yang harus diprioritaskan dan sesuaikan dengan anggaran yang diusulkan. Harusnya kita yang mengerti dan mengikuti kemauan masyarakat, bukan malah sebaliknya," beber Richard. (LN 01)

Posting Komentar