Sejumlah peserta didik tampak berpose di lokasi Kampung Inggris


Sumbar, Laparta News - Siapa yang tidak kenal dengan Puncak Lawang. Ya, daerah yang terletak di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam ini memiliki keindahan alam nan asri dan sejuk. Bahkan daerah inipun sudah menjadi salah satu destinasi wisata wajib bagi setiap wisatawan yang datang ke Provinsi Sumatera Barat.

Selain memiliki keindahan alamnya, ada hal menarik yang saat ini menjadi sorotan banyak orang di Puncak Lawang, yakni keberadaan Kampung Inggris. Sekilas memang terdengar asing di telinga, namun Kampung Inggris ini menambah daya tarik tersendiri di daerah penghasil tebu ini.

Di Kampung Inggris ini, semua masyarakat baik anak-anak maupun yang dewasa bisa menimba ilmu untuk belajar bahasa Inggris secara bersama. Dengan didampingi tenaga pengajar, mereka akan lebih leluasa dalam belajar dan bertanya tentang seputar metode belajar bahasa Inggris dengan baik dan lancar.

Tentunya dengan didirikannya Kampung Inggris ini diharapkan mampu memberikan nilai positif dalam meningkatkan minat belajar masyarakat khususnya para pelajar maupun mahasiswa untuk mengembangkan bahasa Inggrisnya.

Camat Kecamatan Matur, Tommy TRD saat dikonfirmasi mengatakan,  Kampung Inggris merupakan bentuk gagasan dari Pemerintah Kabupaten Agam yang mengacu terhadap tiga aspek, yakni aspek sosial, ekonomi dan pendidikan.

Adapun ketiga aspek tersebut, terang Tommy, erat kaitannya dengan kondisi wilayah Kecamatan Matur khususnya Puncak Lawang yang memiliki potensi wisata dan ramai didatangi wisatawan lokal maupun asing. Sehingga, belajar berbahasa Inggris dianggap sebagai kebutuhan bagi masyarakat khusunya bagi anak-anak di Kecamatan Matur.

"Selain pelajar yang berprestasi, juga kita prioritaskan anak-anak yang putus sekolah, atau anak-anak yang sudah tamat sekolah tapi tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (24/03).

Disamping itu, sambung Tommy, dengan adanya Kampung  Inggris ini diharapkan mampu memberikan keterampilan atau kemampuan lebih kepada pemuda-pemudi yang ada di Kecamatan Matur. Serta, Kampung Inggris juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan meningkatnya kunjungan ke Matur khususnya ke Kampung Inggris, baik dari peserta lokal atau peserta dari kecamatan atau daerah tetangga.

"Kenapa diberi nama Kampung Inggris karena kami menggunakan tenaga pengajar dan silabus pendidikan yang sama dengan kampung inggris yang ada di Pare Kediri, dengan menjadi partner dari salah satu lembaga kursus yang ada di Pare yakni Mahesa Institute," terangnya.

Masih kata Tommy, antusias masyarakat khususnya pelajar di Kecamatan Matur cukup tinggi untuk mendalami bahas inggris di Kampung Inggris. Bahkan, dari 25 kuota yang disiapkan saat ini peserta sudah mencapai 75 orang.

"Padahal Kampung Inggris ini beru bersoperasi sekitar satu minggu. Apalagi belajar disini tidak dikenakan biaya. Siapa saja boleh ikut asalkan ada kemauan untuk mau belajar

Sementara itu Roni, salah satu tokoh pemuda Puncak Lawang mengatakan, keberadaan Kampung Inggris di wilayah Puncak Lawang memang banyak mendapatkan respon positif dari masyarakat. Namun, tidak sedikit pula yang merasa khawatir jika Kampung Inggris akan menggerus budaya lokal.

"Kita harus bisa berfikir positif. Intinya bahasa tak pernah menghabisi budaya, malahan akan menambah kekayaan budaya. Meningkatkan minat berbahasa dan mendukung pariwisata. Sebab bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Kalau masyarakat kita bisa berbahasa inggris, otomatis semua apapun yang terjadi di dunia dengan berbahasa Ingris mereka jadi tau," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar