Tampak petugas pemadam kebakaran saat memadamkan sisa-sisa api

Sumbar, Laparta News - Warga Dusun Puncak Bukik, Jorong Gajah Mati, Nagari Lawang, Kecamatan Matur mendadak gempar. Pasalnya, sebuah rumah semi permanen ludes terbakar.

Kebakaran rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya terjadi pada Selasa (24/07) siang sekitar pukul 14.00 wib. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang menimpa rumah milik Yuliana (56) ini. Namun kuat dugaan api berasal dari arus pendek listrik.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun rumah korban rata dengan tanah. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Informasi yang dihimpun, kebakaran diketahui oleh seorang warga yang curiga melihat kepulan asap dari dalam rumah korban. Sontak saja, warga tersebut berteriak kebakaran sembari meminta pertolongan.

Warga yang mengetahui adanya kebakaran langsung berdatangan dan berjibaku untuk memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya. Namun, api dengan begitu cepat menghanguskan bangunan rumah tersebut.

Api pun baru dapat dipadamkan satu jam kemudian. Sayangnya mobil pemadam kebakaran telat tiba di lokasi kejadian. Mengingat jarak tempat kejadian kebakaran cukup jauh dan sulit dijangkau.

"Warga tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tidak lama setelah api padam mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi," ujar warga setempat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Datuak Rajo Lelo, kondisi rumah yang kosong dan terkunci dari luar juga menyulitkan warga untuk masuk.

"Pemiliknya pergi berjualan ke Maninjau. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan. Karena warga tidak bisa masuk ke rumah lantaran terkunci," ungkapnya.

Masih katanya, minimnya sarana pemadam kebakaran di wilayah tersebut membuat warga merasa resah. Untuk itu warga meminta Pemerintah Kabupaten Agam agar menambah armada mobil pemadam kebakaran. Sehingga sewaktu-waktu terjadi kebakaran bisa dengan cepat ditanggulangi.

"Setidaknya untuk di daerah Lawang ini ada satu atau dua unit mobil kebakaran yang disediakan oleh pemerintah. Jadi kalau ada bencana kebakaran bisa dengan cepat tiba dilokasi kejadian. Jangan setelah kebakaran selesai mobil pemadamnya baru tiba," tandasnya. (LN 01)




Posting Komentar