Zilfa Roni didampingi Wali Nagari Lawang bersama peserta seminar saat melakukan kegiatan pelatihan kerajinan tangan
SUMBAR, Laparta News - Limbah atau sampah tebu biasanya hanya dibuang dan dianggap tidak memiliki nilai ekonomis oleh banyak orang. Namun siapa menyangka jika limbah tebu yang banyak ditemukan di wilayah Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam ini dapat diolah menjadi kerajinan tangan dan berbagai souvenir cantik.

Ditangan seorang pemuda Nagari Lawang bernama Zilfa Roni, ia mampu menyulap ampas tebu atau sampureh yang biasa disebut oleh warga lokal menjadi sebuah karya seni bernilai ekonomis tinggi. Berbagai karya kerajinan tangan telah dihasilkannya dari limbah tebu tersebut, diantaranya bingkai foto dan tempat tisu. Melalui pemanfaatan limbah tebu tersebut diharapkan bisa menjadi trade mark sendiri bagi pemuda setempat dalam menghasilkan karya seni sebagai oleh-oleh khas Nagari Lawang.

Ide menciptakan karya seni ini muncul saat dirinya melihat tumpukan ampas tebu di kilangan tradisional. Bagi warga lokal, ampas tebu ini biasanya hanya digunakan untuk bahan bakar  memasak gula tebu atau saka. Dari sanalah ia kemudian mencoba untuk mengaplikasikan ampas tebu tersebut menjadi sebuah karya seni.

Dengan bermodalkan peralatan yang sederhana, ampas tebu yang begitu mudah diperoleh itu kemudian dihaluskan. Ia pun mengkombinasikan bahan lainnya dengan memanfaatkan pelepah daun tebu, bunga tebu dan batang bunga tebu yang sudah dikeringkan.

Hasil karya seni berupa bingkai foto dan tempat tisu yang dibuat menggunakan bahan baku ampas tebu


"Semua bahan yang digunakan berasal dari tanaman tebu. Dengan bahan inilah kemudian saya mencoba membuat berbagai souvenir seperti tempat tisu dan bingkai foto. Agar terlihat lebih sempurna, hasil karyanya itu pun kemudian diwarnai menggunakan cat plitur," ujar Roni kepada LapartaNews.com saat dibincangi, Kamis (29/11).

Selain menghasilkan karya seni menggunakan ampas tebu, berbagai karya seni lainnya juga telah ditelurkan oleh pria yang aktif dalam berorganisasi ini. Diantaranya lukisan dan miniatur berbahan kayu dan akar pepohonan.

"Alhamdulillah hasil karya seni ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah setempat. Bahkan untuk mengembangkan hasil karya seni ini kita telah melakukan seminar pelatihan kerajinan tangan. Sehingga ilmu ini bisa dikembangan khususnya para remaja yang memiliki kemauan untuk belajar," bebernya.

Hasil karya seni miniatur berbahan kayu dan akar pohon ciptaan Zilfa Roni


Dirinya berharap, hasil karya seni yang ia ciptakan bisa menjadi daya tarik tersendiri sebagai oleh-oleh khas dari Nagari Lawang. Mengingat Nagari Lawang merupakan salah satu destinasi wisata terfavorit di Provinsi Sumbar yang banyak dikunjungi wisatawan. Sehingga hasil karya seni tersebut bisa dijual dan menjadi penghasilan tambahan bagi warga lokal.

"Saya akan selalu berinovasi dengan bahan baku yang sangat murah di dapat ini. Karena ini merupakan tantangan bagi kita para pemuda lokal untuk memberikan yang terbaik dalam mengembangkan potensi yang kita miliki. Khususnya dalam karya seni sebagai pelengkap suguhan kepada wisatawan yang berkunjung ke Nagari Lawang," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar