gubernur Sumsel H Herman Deru saat menyampaikan sambutannya dalam acara ramah tamah bersama Bupati OKU

BATURAJA, Laparta News - Ramah tamah Gubernur Sumsel H Herman Deru dengan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Denni Gabril dengan Bupati OKU dan jajaran.bertempat di rumah dinas Bupati oku di Baturaja, Selasa (29/1) malam.

Bupati OKU Drs H Kuryana Aziz dalam sambutannya menegaskan,  mereka yang hadiri silaturahmi kali ini para Forkompinda, Sekda, asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab OKU.

Dalam kesempatan itu, Kuryana Aziz sempat membahas masalah jembatan  Lubuk Batang  menghubungan dengan unit dua dan tiga tran batumarta yang terbengkalai karena terkendala pembebasan lahan. Namun sekarang masyarakat sudah ada yang membongkar sendiri rumahnya untuk kelanjutan pembangunan jembatan ini.

"Untuk situasi kemanan di OKU sekarang ini cukup kondusif ini berkat adanya kerjasama dengan aparat kemanan dan tokoh agama dan tokoh masyarakat," tegasnya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya mengungkapkan, satu kehormatan bagi dirinya dan rombongan atas penerimaan di rumah dinas bupati OKU.

"Dalam kesempatan ini saya diberikan waktu untuk bertemu dengan jajaran pemerintahan  OKU. Saya ingin kita kompak dalam menjalankan roda pemerintahan. Apalagi OKU telah melahirkan dua kabupaten baru. Yang sudah tidak diragukan lagi keberadaanya.citra baik kita harus dijaga," tambahnya.

Yang menjadi kendala selama ini lanjut Gubernur adalah masalah infrastruktur. Kebetulan yang menjadi Gubernur saat ini orang OKU yang akan memperhatikan OKU raya.

"Saya ingin ada sinkronisasi persepsi dalam program pembangunan di Sumsel. Setelah rampung perbaikan jalan  dan jembatan di Sumsel tahun 2019 ini. Baru kita dapat berbuat lebih dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Zero konflik yang dimiliki saat ini lanjut Gubernur tidak  mudah dalam mempertahankannya karena dibutuhkan kerjasama semua pihak antara penegak hukum, pemerintah, Forkompinda, alim ulama dan umaro.

"Kadang konflik yang terjadi kerap dimanfaatkan pihak lain. Seperti  menggaruk tidak gatal, ngadu idak sms jadilah," tambahnya.

Dia mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten OKU untuk tetap kompak dan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Apalagi Sumsel diakui sebagai daerah yang kaya dan memiliki sumberdaya lebih jika dibanding daerah lain.

"Sebagai penutup kita harapkan tetap mengedepankan icon. Seperti goa putri teruslah dikembangkan menjadi icon OKU yang dapat dijual. Meskipun mahal namun tetap harus dipromosikan. Bila perlu tumbuhkan metos yang dapat menarik para pengunjung," tandasnya. (Red/Ril)

Posting Komentar